Posisi yuan masih melemah dalam dua hari beruntun. Hal ini terjadi setelah keputusan People’s Bank of China (PBOC) untuk melemahkan posisi tingkat referensi hariannya ke level pelemahan terbesar sejak Januari 2016 lalu. Hari ini, Senin siang, nilai tukar yuan diperdagangankan turun 0,2% ke level 6,4760 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Tingkat referensi harian PBOC dipangkas sebanyak 0,3% menjadi 6,4824.

Hal ini dilakukan di saat posisi USD justru perlahan membaik. Tentunya, beban terhadap pergerakan yuan semakin berat. “Setelah pekan lalu pelaku pasar merasa pelemahan USD terlampau tajam, saat ini terjadi rebound dan efeknya terlihat pada koreksi yang dialami mata uang Asia,” kata Irene Cheung, Strategist di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pada pernyataannya Minggu kemaren, Gubernur PBOC Zhou Xiaochuan mengatakan ia menargetkan posisi yuan tidak sepenuhnya free floating. Sehingga hal ini bisa meningkatkan laju dari masuknya dana segar ke pasar saham dan keuangan China. Tentunya hal tersebut yang memang dibutuhkan China untuk menggerakkan roda ekonominya yang masih lesu beberapa waktu terakhir. Sementara di pasar keuangan sendiri, hari ini, PBOC menyuntikkan dana tambahan di operasi pasar terbuka. PBOC melelang seven days reverse purchase agreements senilai 130 miliar yuan atau lebih tinggi jika dibandingkan pada Jumat lalu yang hanya sebesar 110 miliar yuan. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan indeks acuan ketersediaan dana antar bank di China yang terus menukik sebesar 5 bps menjadi 2,27% pada hari ini.