in Berita Pasar by yeremia
Meski demikian, gempa Kumamoto tak banyak berpengaruh terhadap Yen Jepang. Mata uang tersebut memang sempat jeblok terhadap Dolar AS ke level rendahnya dalam seminggu sesaat setelah gempa melanda, namun pelemahan Yen tak berlangsung lama.

USD/JPY diperdagangkan pada level 109.68 Jumat lalu, setelah sempat menyentuh level 109.71, tertinggi dalam sepeka. Kendati ada gempa, pada akhir pekan kemarin merupakan Gotobi Date, dimana saat itu, para pebisnis Negeri Sakura melakukan rekap keuangan dan membeli Dolar AS, sehingga kemelorotan Yen tak terlalu signifikan.

Gempa Kumamoto memang cukup destruktif pada sarana dan prasarana, namun tidak sampai berdampak pada reaktor nuklir. Pasar finansial yang lebih terpengaruh oleh gempa ini adalah pasar saham daripada pasar forex. Saham Nikkei terjun hingga 3 persen di hari Senin (18/04) pagi ini setelah gempa pekan lalu mengikis sentimen risiko dan membuka outlook penguatan Yen.

Menurut Stefan Worral Direktur Penjualan Ekuitas Jepang di Credit Suisse yang dikutip oleh Reuters, pihaknya melihat adanya kekhawatiran di antara pelaku pasar saham karena gempa ini. Akan tetapi, pelemahan Yen yang sempat terjadi pekan lalu pun sirna karena kegagalan pencapaian kesepakatan OPEC membuat Yen yang bersifat safe-haven kembali diburu. USD/JPY sudah kembali turun dengan diperdagangkan pada kisaran 108.030 pagi ini, dari level tinggi 109.540 akhir pekan lalu.

z?s=USDJPY=X&t=7d Yen Tetap Kuat Akibat Kegagalan Perundingan OPEC