Yen secara umum menguat pada hari Senin ini (21/3) hingga akhir sesi Asia dan pembukaan sesi Eropa. Mata uang safe haven tersebut panen setelah berbagai pimpinan bank sentral menyuarakan keraguannya akan prospek ekonomi wilayahnya masing-masing sepanjang pekan lalu, penguatan harga minyak yang sekali lagi terbentur di level $40, dan naik daunnya masalah politik Inggris.

Dolar AS dan Euro masing-masing melemah sekitar 0.2 persen terhadap Yen dengan USD/JPY diperdagangkan di kisaran 111.35 dan EUR/JPY pada 125.59. Bullish-nya Dolar “ditembak” oleh pernyataan pasca rapat FOMC pekan lalu yang lebih pesimis dibanding perkiraan, dan meskipun Dolar nampak berusaha memulihkan diri, tetapi belum pulih sepenuhnya. Sementara itu, Euro masih dibebani oleh komentar anggota dewan gubernur ECB, Peter Praet, yang menyatakan suku bunga deposito (yang saat ini sudah di wilayah negatif) belum mencapai batas terendahnya.

Penurunan kembali harga minyak di akhir pekan setelah mencapai level tinggi pada hari Kamis lalu juga turut membayangi minat risiko di pasar, sehingga Yen menjadi juara pada sesi Asia hari ini.

Namun demikian, pergerakan pasar cenderung lesu karena Jepang tengah liburan nasional dalam rangka Spring Equinox, dan pasar menantikan pembukaan sesi Eropa. Segera setelah pembukaan pasar Eropa, Yen makin menampakkan kegarangannya dengan membawa Euro ke kisaran 125.35. Fenomena yang sama dialami Pound sterling yang awalnya menahan Yen pada 161.79, tetapi kemudian ambrol hingga mencapai 160.35an saat berita ini ditulis.

Sterling mengalami tekanan berat akibat langkah Perdana Menteri David Cameron yang tiba-tiba me-reshuffle anggota kabinet-nya pada hari Sabtu, menyusul pengunduran diri mendadak salah satu menteri senior. Iain Duncan Smith, Sekertaris Negara Bidang Kerja Dan Pensiun, menyatakan mengundurkan diri sehubungan dengan pemangkasan tunjangan bagi penyandang disabilitas yang diinstruksikan oleh Cameron. Namun di sisi lain, ia merupakan salah satu pendukung Brexit terkemuka, sehingga tindakannya dituding sebagai langkah men-sabotase pemerintahan menjelang referendum Brexit beberapa bulan mendatang.

c_sf_144419_261939_yen-jepang Yen Perkasa Di Sesi Asia Berkat Berbagai Kegalauan Tingkat Global