Gubernur RBNZ itu mengatakan bahwa outlook untuk perekonomian global telah “memburuk” dalam beberapa bulan belakangan. Rendahnya tingkat suku bunga dan harga minyak masih belum cukup untuk mencegah perlambatan ekonomi di sejumlah negara partner perdagangan New Zealand.

Wheeler mengatakan,”Harga produk olahan susu (dairy) masih rendah dengan suplai dairy global yang terus meningkat. Sejumlah petani susu saat ini menghadapi aliran kas negatif yang sudah memasuki musim ketiga, di tengah permintaan modal usaha yang berat.”

“Ketidakseimbangan dalam pasar perumahan meningkat dengan inflasi harga rumah yang kembali naik di Auckland, setelah sempat mendingin di akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016, menyusul pembatasan baru dalam rasio LTV (LVR) dan kebijakan pemerintah yang diterapkan pada bulan Oktober.

RBNZ khawatir bahwa harga rumah sekarang mulai naik dengan kencang di beberapa wilayah New Zealand. Akan tetapi, harga rumah di luar Auckland secara umum masih relatif jauh lebih rendah daripada pendapatan”.

Terkait inflasi yang masih duduk di kisaran 0.4 persen, Gubernur Bank Sentral New Zealand mengatakan bahwa angka itu masih jauh di bawah target. Sehingga, mereka akan kembali mempertimbangkan pemotongan suku bunga OCR ataupun melemahkan Dolar New Zealand serta memberi bantuan bagi petani susu dan eksporter lainnya.

NZD/USD mendaki pasca laporan ini, menuju angka 0.6801, membentuk level tinggi baru dan meninggalkan level rendah 0.6753 yang terbentuk di akhir pekan.

z?s=NZDUSD=X&t=7d Wheeler Prihatinkan Kesejahteraan Petani Susu Dan Eskporter