[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]”Dalam beberapa waktu lalu, kami telah memperingatkan bahwa inflasi yang berada di bawah target, bisa jadi akan membuat RBA harus memotong kembali suku bunga Australia, kemungkinan akan menjadi 1.5 persen dari suku bunga 2 persen. Data inflasi yang sangat lemah di kuartal pertama ini bisa diartikan sebagai kemungkinan pemotongan suku bunga dalam rapat kebijakan moneter RBA minggu depan,” kata Paul Dales dari Capital Economic. Dales juga mengatakan, ada kemungkinan perkiraan level suku bunga RBA minggu depan akan dipotong menjadi 1.75 persen.

Para anggota dewan RBA sempat menunjukkan keinginan mereka untuk melakukan kebijakan yang disesuaikan dengan inflasi, serta mengkhawatirkan bahwa dalam kuartal pertama ini inflasi Australia akan sangat lemah. Rerata Pemangkasan CPI, yang juga menjadi salah satu parameter yang diperhatikan oleh RBA, dilaporkan melambat dari 2.1 persen menjadi 1.7 persen kuartal lalu.[/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.tradingeconomics.com/charts/australia-inflation-cpi.png?s=aucpiyoy&v=201604271008n%201x,%20http://cdn.tradingeconomics.com/charts/[email protected]?s=aucpiyoy&v=201604271008n%202x” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]