in Berita Pasar by yeremia
Yen Jepang yang juga dikenal sebagai mata uang safe haven mulai tergelincir dari puncak level tingginya terhadap Dolar AS di hari Rabu (13/04) pagi ini sehubungan dengan solidnya perolehan harga minyak yang membantu membangkitkan minat risiko.

Dengan harapan dapat mencapai kesepakatan untuk bersama-sama membekukan produksi minyak demi mendongkrak harga emas hitam, Arab dan Rusia akan menggelar rapat di Doha mengundang negara-negara produsen minyak besar lainnya. Menanggapi hal itu, harga minyak pun merambat ke level tinggi empat bulan.

Yen sendiri tak begitu kuat pasca data ekonomi regionalnya yang lemah beberapa hari lalu sehingga memicu tambahan pelonggaran stimulus BoJ. Pagi tadi, Jepang merilis data indeks harga barang-barang perusahaan yang merosot 3.8 persen pada bulan Maret, lebih banyak daripada ekspektasi kemerosotan 3.5 persen. Selain itu, Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, juga telah memberikan peringatan bahwa pihaknya siap untuk intervensi jika Yen tak kunjung mengurangi lajunya terhadap Greenback.

Tanpa Jawboning
USD/JPY meniti kenaikan menuju level 108.905 Yen, mendaki candle meninggalkan level rendah 107.63 yang sempat tersenutuh di hari Senin lalu. Sementara EUR/JPY juga menjauhkan jarak dengan level rendah tiga tahunnya di angka 122.085 menuju 123.85 yen hari ini.

“Dolar AS mulai menghimpun kekuatan bersama dengan Dolar Australia karena meningkatnya minat risiko secara luas di pasar finansial. Namun yang menarik di sini, kenaikan Dolar pun terjadi sebetulnya tanpa dukungan sejumlah pejabat Jepang (agar Yen lemah),” kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Strategi Forex di Mizuho Securities di Tokyo yang dikutip oleh Reuters.

sf_114613_262871_yen_merah_2 USD/JPY Terdongrak Bersama Minat Risiko, Yen Mulai Rem Penguatan