[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Post From US Market Recap

Bursa saham AS secara umum ditutup menguat, (03/05), DJIA +0.66%, S&P 500 +0.78%, dan NASDAQ +0.88%. Penguatan indeks saham utama relatif masih terbatas menyusul laporan Institute of Supply Management (ISM) yang menunjukkan indeks manufaktur AS bulan April turun menjadi 50.8 dari 51.8 di bulan sebelumnya.

Harga minyak WTI, +0.71%, $45.10
Gold Spot, +0.17%, 1,293.8
CPO, -0.3%, 2,593
USD/IDR, 13,150, ytd -5.05%

Update Ekonomi:

Caixin ungkap laju aktivitas manufaktur China melambat jadi 49.4 bulan April, ekspektasi 49.9

Update Ekonomi Domestik:

Bank Indonesia menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara peringkat kedua dengan tujuan investasi terfavorit setelah Tiongkok. Hal itu mengacu pada penilaian oleh berbagai lembaga survei dunia. Selain itu, penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tahun lalu juga meningkat masing-masing di atas 10 persen. Secara global, tingkat kompetitif Indonesia terus meningkat dibandingkan India, Brazil dan Vietnam.
Harga komoditas pangan yang terkendali menjadi penyebab utama terjadinya deflasi pada April 2016 sebesar 0.45%. Dengan deflasi April sebesar 0.45% tersebut, maka inflasi tahun kalender Januari-April 2016 tercatat 0.16% dan laju inflasi secara tahunan (year on year) 3.6%. Sedangkan, inflasi inti pada April 2016 tercatat mencapai 0.15%, dan inflasi inti secara tahunan (year on year) 3.41%.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]