Rabu pagi ini (5/4), harga acuan minyak global Brent berada di kisaran $44.93 dan WTI diperdagangkan di sekitar $43.61 per barel. Masing-masing lebih rendah dibanding level harga pada sesi Asia kemarin, meskipun nampak ada sedikit perbaikan sejak awal pembukaan perdagangan. Tadi malam, laporan dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan peningkatan estimasi persediaan minyak mentah, bersamaan dengan terjadinya penurunan signifikan stok produk hasil pengilangan.

Pada hari Senin, beredar info dari perusahaan riset Genscape bahwa ada peningkatan lebih dari 800,000 barel di pusat penyimpanan minyak terbesar Amerika Serikat di Cushing, Oklahoma. Itu berarti kapasitas Cushing yang merupakan titik pengiriman minyak-minyak NYMEX berada dalam kondisi nyaris penuh. Kabar tersebut menjorokkan harga minyak kembali ke kisaran $45 per barel di hari Selasa pagi.

Tadi malam, laporan API mengamini info Genscape, tetapi memberikan sedikit harapan bagi pelaku pasar. Menurut API, persediaan minyak mentah mingguan AS menunjukkan peningkatan sebanyak 1.265 juta barel. Namun demikian, persediaan hasil distilasi anjlok sebanyak 2.6 juta barel dan persediaan gasolin menurun sebesar 1.17 juta barel. Penurunan hasil olahan minyak tersebut membesarkan harapan kalau permintaan minyak di wilayah tersebut akan meningkat seiring mendekatnya masa liburan musim panas.

Di sisi lain, kantor berita Reuters mengabarkan bahwa Arab Saudi dan Iran kembali berbeda pendapat terkait strategi yang akan diterapkan untuk menstabilkan harga minyak di pasar global.

Kedua negara Timur Tengah tersebut terus bertikai dan gagal mencapai konsensus dalam rapat Dewan Gubernur OPEC di Wina pada hari Senin. Kartel minyak terbesar dunia tersebut akan bertemu lagi dalam rapat tanggal 2 Juni mendatang, dimana pelaku pasar mengharapkan negara-negara produsen terdepan akan mencapai keputusan strategis dalam menstabilkan harga di pasar minyak. Apalagi, produksi minyak OPEC baru saja dilaporkan melonjak ke 32.64 juta bph pada bulan April, hanya 0.2 juta bph lagi menuju level produksi tertingginya sepanjang masa.

c_sf_101427_263963_oil-tanker-shipments Tingginya Produksi Masih Tekan Harga Minyak Meski Permintaan Meningkat