Rebound Dolar juga terbantu oleh komentar William Dudley, Presiden The Fed untuk Wilayah New York, yang menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga dua kali pada tahun ini masih merupakan ekspektasi yang masuk akal. Oleh karean itulah, Dolar AS akhirnya kembali mendapat sokongan untuk kembali ke level sebelum NFP AS dirilis.

“Pertumbuhan upah tahunan yang lebih tinggi daripada ekspektasi tetap menghidupkan harapan akan kenaikan suku bunga The Fed, tetapi risiko pertumbuhan masih menunda kenaikan tersebut,” kata Richard Grace, Kepala Ahli Mata Uang di Commonwealth Bank yang dikutip oleh Reuters.

“Pekan ini kita mempunyai data penjualan retail (yang akan dirilis) pada hari Jumat, dan kita akan mengantisipasi kemungkinan kembali menguatnya Dolar AS apabila data-data pada kuartal dua ini meningkat.”

Sebaliknya, angka perdagangan pada hari Minggu kemarin jelas mengecewakan. Dua sektor, baik ekspor maupun impor, jeblok lebih jauh daripada yang diekspektasikan bulan lalu, dan menggarisbawahi lemahnya permintaan di dalam dan luar negeri, serta meredupkan kembali proses pemulihan dii negara ekonomi terkuat kedua dunia tersebut.

Meski demikian, Dolar Australia, yang paling terpengaruh oleh China, tampak mengabaikan data tersebut. Pagi ini AUD/USD diperdagangkan di angka 0.73375, masih di level rendah yang terbentuk sejak 6 Mei. USD/JPY naik tipis 0.2 persen menuju 107.29 yen. Sedangkan EUR/USD, turun tipis 0.1 persen ke angka 1.1398 setelah menyentuh angka 1.1380, level terendah sejak tanggal 29 April. USD/CAD masih di level tinggi 1.2925 begitu harga minyak kembali menanjak.

z?s=USDCAD=X&t=7d Terbantu Komentar Dudley