Dolar New Zealand

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Dolar New Zealand melayang di atas kisaran 67 sen AS setelah terus merosot selama empat hari berturut-turut. Mata uang tersebut mendapatkan dukungan dari surplus perdagangan bulanan New Zealand yang dilaporkan lebih tinggi daripada ekspektasi. NZD/USD berada pada posisi 0.6698 pada saat berita ini ditulis.

Obligasi pemerintah New Zealand tampil lebih baik berkat positifnya obligasi AS. Harga obligasi pemerintah New Zealand terkerek naik, membuat imbal hasil obligasi tersebut untuk menuruni kurva sebanyak 2.5 basis poin.

z?s=AUDUSD=X&t=7d Dolar New Zealand

Instaforex Superior Forex Desk: Mengatur Order Trading Jadi Lebih Praktis

in Berita Perusahaan by yeremia Leave a comment
InstaForex kembali menghadirkan produk software baru untuk memfasilitasi kliennya dalam betrading. Setelah AutoChartist tahun lalu, pada Maret 2016 ini, InstaForex meluncurkan Superior Forex Desk yakni software trading gratis yang berupa plugin yang bisa diunduh oleh trader di platform MT4 InstaForex untuk mempermudah proses order trading.

Superior Forex Desk dapat dikatakan semacam fitur One Click Trading dalam versi yang sudah lebih praktis dan disempurnakan. Jika dalam One Click Trading seorang klien InstaForex dapat langsung sell atau buy suatu pair mata uang dan mengatur lotnya dalam sekali klik, tanpa perlu ribet mencari menu New Order, maka di Superior Forex Desk ini memantau order trading di banyak pair dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Superior Forex Desk InstaForex merupakan sebuah tools yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur seperti OCO Order, trailing stop, breakeven stop dan berbagai order lainnya yang sering dibutuhkan dalam bertrading dan bisa diatur hanya dalam satu panel. Pemantauan posisi pair yang masih terbuka serta order apa yang sedang berjalan di dalamnya cukup dipantau melalui tools ini. Bisa juga untuk menghapus pending order atau closing semua posisi hanya dalam satu kali klik.

Meskipun display-nya tampak kurang fleksibel dan menumpuki window indikator, namun bukan masalah besar karena masih bisa disesuaikan dengan mengatur ukuran window indikator agar panel tools ini bisa tampak lebih jelas. Pendeknya, Superior Forex Desk merupakan plugin tools di MT4 trading InstaForex Anda yang memudahkan trader untuk memantau dan menindak posisi-posisi yang terbuka melalui satu panel saja.

c_sf_121404_TM1458796433_1361290845superiorforexdesk Instaforex Superior Forex Desk: Mengatur Order Trading Jadi Lebih Praktis

Harga Emas Terpuruk Jelang Pidato Yellen Besok

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Harga emas hari Senin (28/03) ini terpantau menurun dengan perhatian para investor yang masih mengarah pada pidato Ketua the Fed Janet Yellen pada hari Selasa besok. Saat ini XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,210 dolar AS.

Emas untuk pengiriman bulan April pada Comex, New York Mercantile Exchange mengalami penurunan sebesar 0.65 persen, yaitu menjadi 1,215 per troy ounce. Sedangkan perak futures tetap flat pada harga 15,200 dolar AS per troy ounce. Sebaliknya, harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei meningkat sebesar 0.14 persen, yaitu ke harga 2,238 dolar AS per pound.

Pejabat Fed Hawkish
Minggu lalu, harga emas turun ke posisi terendah dalam empat minggu pada hari Kamis, seiring dengan komentar hawkish dari beberapa pejabat the Fed yang mencetuskan spekulasi bahwa bank sentral AS dapat memberikan pertimbangan serius pada kenaikan suku bunga pada rapat bulan April dan menguatkan dolar AS.

Trading logam mulia pada COMEX tutup pada hari Jumat dengan memperhatikan hari libur Jumat Agung. Dalam seminggu lalu, harga emas turun sebesar 32.40 dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 2.58 persen, penurunan ketiga dalam seminggu dan merupakan penurunan terbesar sejak bulan November.

Nantikan Yellen Dan NFP
Dalam seminggu kedepan, pelaku pasar akan memberikan perhatian mereka pada pidato yang sangat diantisipasi, yaitu pidato Ketua the Fed, Janet Yellen pada hari Selasa besok untuk mendapatkan petunjuk kapan tepatnya kenaikan suku bunga selanjutnya di AS akan terjadi.

Disamping Pidato Yellen, ada juga juru bicara the Fed lain yang akan berpidato dalam seminggu ke depan, seperti Presiden the Fed New York, William Dudley pada hari Kamis dan Loretta Mester, Presiden the Fed Cleveland pada hari Jumat.

Selain itu, pada malam nanti, AS rencananya juga akan merilis data Personal Spending dan Personal Income dan Pending Home Sales AS bulan Pebruari 2016. Selain itu, data Data Non Farm Payrolls AS dan indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016 akan dirilis pada hari Jumat dan menjadi fokus pada minggu ini seiring dengan para investor yang berupaya untuk memperkirakan apakah ekonomi terbesar dunia tersebut masih cukup kuat untuk terus menaikkan suku bunga pada tahun 2016 ini.

Walaupun emas baru saja mengalami penurunan, harga untuk logam mulia ini naik hampir sekitar 14 persen tahun ini seiring dengan para investor yang mencari safe haven dalam menghadapi tidak stabilnya pasar finansial lain dan ketakutan perlambatan ekonomi global China yang membuat the Fed semakin sulit untuk
menaikan suku bunga.

c_sf_093244_262161_HargaEmasTerpuruk Harga Emas Terpuruk Jelang Pidato Yellen Besok

Dolar AS Masih Ditopang Komentar Hawkish Pejabat FED

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Dolar AS terdorong naik terhadap Euro dan Yen di hari Senin (28/03) pagi ini setelah mulai menanjak di akhir pekan lalu. Kenaikan tersebut menyusul serangkaian komentar dari pejabat The Fed yang mendukung kenaikan tingkat suku bunga AS lebih dari dua kali tahun ini.

Salah satu komentar hawkish datang dari Presiden The Fed untuk wilayah St. Louis, James Bullard, dalam pidatonya pekan lalu. Bullard menyoroti risiko kenaikan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini serta menyebutkan kemungkinan kenaikan suku bunga secepat-cepatnya pada bulan April depan. Pendapat tersebut senada dengan pejabat The Fed lainnya yakni John Williams dan Dennis Lockhart.

Pandangan tersebut membantu Greenback untuk pulih setelah terpukul jatuh akibat dipersempitnya peluang kenaikan suku bunga oleh FOMC, dari empat kali menjadi dua kali tahun ini.

Dolar Akan Terdongkrak Jika Yellen Dan Dudley Hawkish
Di samping itu, indikator-indikator ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diperkirakan akan memberikan kesempatan untuk mengukur apakah perekonomian AS akan cukup kuat untuk bank sentral menaikkan suku bunga acuan.

“Penampilan Dolar AS dalam waktu dekat akan bergantung pada data, yang palin ditunggu adalah data tankan Jepang pada hari Jumat, NFP AS dan PMI Manufaktur,” kata Shusuke Yamada, Kepala Ahli Strategi Forex di Bank of America Merril Lynch di Tokyo.

Data AS lainnya yang akan berdampak pada Dolar AS pekan ini adalah indeks Personal Consumption Expenditures price (PCE) pada hari Senin ini dan indeks PMI Manufaktur.

“Pernyataan dari Yellen dan Dudley akan menjadi fokus. Mereka adalah pejabat inti di The Fed dan Dolar akan terdukung menguat jika mereka memberikan sentimen hawkish,” kata Yamada. Janet Yellen sebagai Ketua The Fed dan William Dudley akan berbicara pada hari Kamis minggu ini.

Dolar AS naik 0.2 persen ke kisaran 113.375 yen setelah menyentuh level tinggi 12 hari ke angka 134.400. Mata uang AS mendapat perolehan 1.4 persen versus yen pekan lalu, tertarik menjauhi level rendag 17 bulan di angka 110.67 pada pertengahan bulan.

Euro melangkah turun 0.1 persen ke angka 1.1169 per Dolar AS menyusul loss di angka 0.9 persen pekan lalu.

Sementara itu, Dolar Australia stabil di angka 0.7506 per Dolar AS, melorot 0.4 persen pekan lau dan menjauhi level tinggi delapan bulan di angka 0.7681 seiring dengan harga komoditas yang melorot tajam dari punca terbarunya.

z?s=EURUSD=X&t=7d Dolar AS Masih Ditopang Komentar Hawkish Pejabat FED

Harga Minyak Masih Terombang-Ambing Di Tengah Spekulasi Rapat 17 April

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Harga minyak naik lagi di sesi trading Asia pada hari Senin ini (28/3) setelah ambruk sebelum libur tiga hari minggu lalu, tetapi volume perdagangan cenderung kecil karena banyak pasar yang masih tutup sehubungan dengan perayaan Paskah.

Pada hari Kamis pekan lalu sebelum libur Jumat Agung, minyak AS ditutup dengan harga menurun di bawah $39 per barel, sedangkan Brent sempat tersendat di kisaran $40 per barel. Namun pagi ini nampak ada sedikit perbaikan. Kontrak minyak mentah AS meningkat sekitar 30 sen ke $39.80 per barel, sementara harga kontrak acuan Brent merangkak naik 28 sen ke $40.72.

Harga minyak telah tertahan pada kisaran $39-41 selama beberapa waktu terakhir, sehubungan dengan kemungkinan penurunan output minyak dan kenaikan permintaan gasolin di Amerika Serikat, serta rencana para produsen minyak terkemuka untuk membekukan besaran output mereka pada level bulan Januari.

Dalam rangka mendiskusikan rencana tersebut, perwakilan dari negara-negara OPEC dan Non-OPEC akan berjumpa pada rapat di Doha tanggal 17 April mendatang. Namun setelah munculnya penolakan keras dari Iran dan Libya yang notabene dua dari 13 anggota OPEC, pasar makin meragukan kalau kesepakatan yang mampu menunjang harga minyak benar bisa dicapai atau tidak.

Pasar akan berada dalam ketegangan untuk beberapa pekan,” kata Victor Shum, analis senior migas di IHS Singapura, kepada Reuters. Lanjutnya, “Akan ada tekanan pada para partisipan rapat untuk memastikan mereka mencapai sesuatu (persetujuan). Jika tidak (ada persetujuan), maka ada risiko sentimen pasar yang mendukung (reli harga menguat) saat ini menghilang dengan cepat.”

Sementara itu, satu anggota OPEC lainnya, Irak, telah menyampaikan dukungannya bagi pembatasan output secara verbal dan melalui tindakan konkrit. Ekspor minyak Irak pada bulan Maret tercatat stagnan, meskipun sebelumnya terekam melaju tinggi dengan cepat.

c_sf_110024_262161_harga-minyak-0004 Harga Minyak Masih Terombang-Ambing Di Tengah Spekulasi Rapat 17 April