Akibat Dolar Terlalu Kuat?

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Kepala Strategi Investasi UBS, Mike Ryan, mengutarakan pada CNBC Senin kemarin (28/3) bahwa salah satu alasan mengapa Fed merubah nada pernyataannya pada FOMC Maret lalu bisa jadi adalah karena tidak ingin Dolar menguat terlalu cepat hingga mengacaukan ekspansi ekonomi domestik yang tengah berlangsung.

Ini masuk akal mengingat sebagaimana kita ketahui, indeks Dolar bergerak cenderung bullish pasca kenaikan suku bunga Desember, padahal sudah berada di posisi terkuatnya dalam lebih dari satu dekade. Hal ini telah berimbas negatif di berbagai sektor, salah satunya bagi perusahaan-perusahaan multinasional asal AS yang mayoritas pendapatannya diperoleh dari luar negeri. McDonald, misalnya, melaporkan penurunan revenue dan net income untuk tahun fiskal 2015 akibat faktor nilai tukar; padahal apabila Dolar tidak menguat, maka revenue dan net income masih ada peningkatan.

Sementara itu, Richard Clarida, Penasihat Strategis di PIMCO, juga memaparkan keyakinannya bahwa Yellen akan menggunakan momen pernyataan FOMC April untuk menyiapkan investor menjelang kenaikan suku bunga Juni. Namun, ia menekankan FOMC akan melakukannya secara bertahap untuk menghindari pergerakan yang terlalu besar pada Dolar.

Kuncinya Ada Pada Pergerakan Dolar
Jurrien Timmer, salah satu direktur di korporasi jasa finansial multinasional asal Amerika Fidelity Investment, pun menyampaian hal senada dengan Ryan dan Clarida. Menurutnya, Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga pada bulan Juni bila Dolar tidak melonjak di tengah ekspektasi akan diambilnya kebijakan tersebut.

Timmer mengungkapkan bahwa Fed telah terpojok dalam “tarik ulur” dimana diskusi tentang kenaikan suku bunga memperkuat Dolar, tetapi mengakibatkan pelemahan Yuan China. Pelemahan Yuan pada gilirannya menyebabkan People’s Bank of China untuk menjual cadangan devisa-nya guna menanggulangi outflow Yuan, yang akibatnya malah menimbulkan volatilitas di pasar finansial AS.

Karenanya, Timmer menilai pergerakan Dolar akan menjadi indikator kunci mengenai apakah Fed akan menaikkan suku bunga atau tidak. Kenaikan tersebut jelas tidak bisa dilakukan pada rapat FOMC April, tetapi masih ada potensi untuk terjadi di bulan Juni apabila sinyal-sinyal yang dikirim sebelumnya oleh para pejabat the Fed tidak mengakibatkan gejolak di pasar mata uang.

c_sf_100508_262205_jadwal-rapat-fomc Akibat Dolar Terlalu Kuat?

Suku Bunga RBA Hanya Akan Dipotong Lagi Jika…

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Sementara itu, Dolar Australia menerima dukungan dari sedikit pulihnya harga komoditas dalam kurun waktu dua bulan terakhir sehingga menghimpun kenaikan sebanyak 11 persen terhadap Dolar AS. Perdebatan mengenai apakah RBA akan kembali memotong suku bunga pun masih berlangsung. BT Investment Management bertaruh bahwa mata uang yang overvalued akan sedikit mengguncang kepercayaan diri bank sentral Australia itu dalam menilai perekonomian negara.

Akan tetapi, sedikit kontras dengan BT Investment Management, Hans Kunnen masih ragu jika posisi Dolar Australia saat ini akan menjadi dasar RBA untuk mengambil keputusan kebijakan. “Jika AUD/USD mencapai 0.80, tentunya akan mengejutkan,” ujar Kunnen. “Tapi, kecuali data berpotensi memberikan dampak yang serius dalam pandangan RBA, maka tampaknya suku bunga tidak akan dipotong lagi.”

z?s=AUDUSD=X&t=7d Suku Bunga RBA Hanya Akan Dipotong Lagi Jika...

Harga Emas Naik Tipis Di Sesi Asia

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Emas mengalami kenaikan tipis di sesi Asia pada hari Selasa ini (29/03) jelang pidato ketua the Fed, Janet Yellen yang akan diamati oleh pasar untuk mengetahui kecenderungan arah kebijakan the Fed pada rapat bulan April nanti. Saat ini XAU/USD diperdagangkan pada kisaran level harga 1,219 dolar AS.

Disamping itu, emas futures untuk pengiriman bulan Juni pada Comex, New York Mercantile Exchange juga meningkat sebesar 0.17 persen yaitu diperdagangkan pada harga 1,224 dolar AS per troy ounce. Bahkan peningkatan juga terjadi pada harga perak futures untuk bulan Mei yaitu 15.245 dolar As per troy ounce, naik sebesar 0.36 persen. Sementara itu, harga tembaga futures flat pada kisaran harga 2,244 dolar As per pound.

Indeks Harga PCE
Harga emas futures naik dari penurunan harga selama lima minggu di sesi perdagangan Amerika pada hari Senin setelah indeks harga PCE inti dirilis lebih rendah dari prediksi. Indeks harga PCE inti hanya naik tipis sekitar 0.1 persen untuk bulan lalu, dibawah ekspektasi kenaikan sebesar 0.2 persen.

Departemen Perdagangan AS mengatakan, personal spending bulan lalu naik tipis sebesar o.1 persen, sesuai dengan ekspetasi. Sementara itu, consumer spending pada bulan Januari direvisi turun ke kenaikan sebesar 0.1 persen dari laporan kenaikan sebelumnya yang sebesar 0.5 persen.

Indeks PCE inti ini akan digunakan the Fed sebagai alat untuk membantu menentukan apakah akan menaikkan suku bunga atau menurunkan suku bunga dengan mempertimbangkan keselarasannya dalam pencapaian target inflasi dua persen. Oleh karena itu, beberapa pelaku pasar masih menanti pidato oleh ketua the Fed, Janet Yellen malam ini, untuk mengetahui kapan kenaikan suku bunga AS selanjutnya akan terjadi.

sf_140608_262247_Emas%20naik%20Tipis Harga Emas Naik Tipis Di Sesi Asia

Minyak Berusaha Rebound Setelah Terpuruk Akibat Saudi Ingkar Janji

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Harga minyak terpuruk parah pada sesi trading Amerika tadi malam, setelah negara-negara OPEC kembali menunjukkan lemahnya komitmen mereka pada rencana pembatasan produksi. Namun demikian, di sesi Asia Rabu pagi ini (30/3) minyak nampak berusaha rebound dengan dukungan ekspektasi akan dirilisnya data persediaan minyak AS oleh Energy Information Administration (EIA) petang nanti.

Gara-Gara Ladang Minyak Khafji
Harga minyak jatuh sekitar 3 persen pada hari Selasa, merefleksikan berkembangnya kekhawatiran kalau reli harga yang telah berlangsung selama dua bulan bakal pupus akibat aliran supply baru dari Kuwait dan Arab Saudi. Pasalnya, kedua negara anggota OPEC tersebut dikabarkan memutuskan untuk melanjutkan produksi minyak di ladang Khafji yang memiliki kapasitas produksi 300,000 barel per hari, padahal sebelumnya Saudi telah menyepakati rencana membatasi outputnya pada level produksi Januari bersama Rusia, Venezuela, dan Qatar.

Meskipun kesepakatan yang dilakukan pada akhir Februari tersebut belum final dan diskusi tentang penerapannya baru akan digelar di Doha pada 17 April mendatang, tetapi kabar tersebut memunculkan sentimen negatif. Menurut salah satu trader yang diwawancarai Reuters, kapasitas produksi ladang Khafji yang terletak di perbatasan Kuwait-Saudi tersebut bahkan lebih tinggi dibanding total produksi negara lain seperti Ekuador, sehingga dengan pengaktifannya maka dikhawatirkan batas atas dalam pemberlakuan rencana pembatasan produksi kelak bakal lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya.

Menyusul kabar tersebut, harga minyak mentah AS pun kian terperosok ke bawah level $39, dan akhirnya menutup hari pada $38.28 per barel; sedangkan harga acuan Brent terpaku pada $39.14 per barel. Baru pada sesi Asia pagi, harga komoditas energi terpenting ini merangkak naik lagi dengan Brent menanjak 40 sen ke $39.54 dan minyak mentah AS mendaki ke $38.73.

Amati Data EIA Dan Penguatan Dolar
Menurut Ric Spooner, kepala analis pasar CMC Market di Sydney, “Ada sedikit penguatan pada harga minyak di zona waktu Asia. Sikap yang dominan adalah wait-and-see hingga angka (inventori) dari Energy Information Administration dirilis.”

EIA dijadwalkan mempublikasikan data inventori minyak mentah resmi versi Pemerintah AS pada hari Rabu malam, dan angkanya diharapkan akan lebih rendah dibanding sebelumnya. Data persediaan versi American Petroleum Institute (API) yang dikeluarkan hari Selasa menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sebesar 2.6 juta barel ke total 534.4 juta barel pekan lalu, lebih rendah ketimbang ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan sebanyak 3.3 juta barel, meskipun masih di level tinggi.

Di samping itu, Spooner mengungkapkan, “Pasar juga memantau bagaimana mata uang bergerak. Agak menggelisahkan melihat harga minyak jatuh bersamaan dengan pelemahan Dolar.”

c_sf_102128_262285_aramcooilrefinerysaudi Minyak Berusaha Rebound Setelah Terpuruk Akibat Saudi Ingkar Janji

Multi Platform Metatrader 4

in Uncategorized by yeremia Leave a comment
Instaforex menyediakan platform trading Metatrader 4 yang bisa diinstall di smartphone, tablet, notebook dan dekstop. Jadi klien bisa trading kapan saja dan dimana saja. Instaforex juga menyediakan platform trading untuk browser, jadi klien bisa transaksi tanpa harus install aplikasi

DOWNLOAD SEKARANG JUGA!!

3 Multi Platform Metatrader 4