Aussie Dan Kiwi Terbenam Bersama Harga Komoditas

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Dolar Australia masih berada di bawah tekanan hingga hari Kamis (24/03) ini setelah menderita penurunan satu harian terbesar dalam hampir satu bulan sehubungan dengan Dolar AS yang melanjutkan pendakian sejak kemarin dan menggulingkan harga komoditas.

Minyak dan tembaga jeblok di sesi perdagangan malam tadi, senasib dengan bijih besi yang menjadi ekspor utama Australia. Situasi ini menggoda para investor untuk beralih ke mata uang selain AUD dan NZD. Meski demikian, Aussie masih menguat hingga 5 persen bulan ini kendati sempat jeblok hingga 1.2 persen di penghujung sesi perdagangan Selasa lalu.

AUD/USD menduduki posisi 0.7499, atau menurun 0.3 persen siang hari ini dan tergeret menjauh dari level tinggi delapan setengah bulan di angka 0.7681 yang tercapai di hari Jumat. Para trader mengatakan bahwa Aussie dapat tekonsolidasi sekitar 75 sen menjelang libur panjang akhir pekan dalam rangka Paskah.

“Akan tetapi, tipisnya likuiditas, meningkatkan risiko gap dalam pair-pair mata uang. Momentum menunjukkan penurunan risiko untuk AUD dan NZD seiring dengan jatuhnya harga komoditas,” ungkap analis ANZ yang dirangkum oleh Business Times.

Daya tarik Greenback makin bersinar pekan ini setelah sejumlah pejabat Federal Reserve mengungkapkan bahwa ada prospek suku bunga AS akan dinaikkan pada akhir April mendatang.

sf_112810_TM1458793670_aud_nzd_2 Aussie Dan Kiwi Terbenam Bersama Harga Komoditas

Dolar New Zealand

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Dolar New Zealand melayang di atas kisaran 67 sen AS setelah terus merosot selama empat hari berturut-turut. Mata uang tersebut mendapatkan dukungan dari surplus perdagangan bulanan New Zealand yang dilaporkan lebih tinggi daripada ekspektasi. NZD/USD berada pada posisi 0.6698 pada saat berita ini ditulis.

Obligasi pemerintah New Zealand tampil lebih baik berkat positifnya obligasi AS. Harga obligasi pemerintah New Zealand terkerek naik, membuat imbal hasil obligasi tersebut untuk menuruni kurva sebanyak 2.5 basis poin.

z?s=AUDUSD=X&t=7d Dolar New Zealand

Instaforex Superior Forex Desk: Mengatur Order Trading Jadi Lebih Praktis

in Berita Perusahaan by yeremia Leave a comment
InstaForex kembali menghadirkan produk software baru untuk memfasilitasi kliennya dalam betrading. Setelah AutoChartist tahun lalu, pada Maret 2016 ini, InstaForex meluncurkan Superior Forex Desk yakni software trading gratis yang berupa plugin yang bisa diunduh oleh trader di platform MT4 InstaForex untuk mempermudah proses order trading.

Superior Forex Desk dapat dikatakan semacam fitur One Click Trading dalam versi yang sudah lebih praktis dan disempurnakan. Jika dalam One Click Trading seorang klien InstaForex dapat langsung sell atau buy suatu pair mata uang dan mengatur lotnya dalam sekali klik, tanpa perlu ribet mencari menu New Order, maka di Superior Forex Desk ini memantau order trading di banyak pair dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Superior Forex Desk InstaForex merupakan sebuah tools yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur seperti OCO Order, trailing stop, breakeven stop dan berbagai order lainnya yang sering dibutuhkan dalam bertrading dan bisa diatur hanya dalam satu panel. Pemantauan posisi pair yang masih terbuka serta order apa yang sedang berjalan di dalamnya cukup dipantau melalui tools ini. Bisa juga untuk menghapus pending order atau closing semua posisi hanya dalam satu kali klik.

Meskipun display-nya tampak kurang fleksibel dan menumpuki window indikator, namun bukan masalah besar karena masih bisa disesuaikan dengan mengatur ukuran window indikator agar panel tools ini bisa tampak lebih jelas. Pendeknya, Superior Forex Desk merupakan plugin tools di MT4 trading InstaForex Anda yang memudahkan trader untuk memantau dan menindak posisi-posisi yang terbuka melalui satu panel saja.

c_sf_121404_TM1458796433_1361290845superiorforexdesk Instaforex Superior Forex Desk: Mengatur Order Trading Jadi Lebih Praktis

Banyak Komentar Hawkish, Harga Emas Terus Menurun

in Berita Pasar by yeremia Leave a comment
Hari ini (24/03) harga emas kembali turun di sesi Asia seiring dengan para investor yang menunjukkan kekhawatirannya pada potensi kenaikan suku bunga oleh the Fed. Saat ini XAU/USD diperdagangkan pada level harga 1,220 dolar AS.

Emas untuk pengiriman bulan April di Comex, New York Mercantile Exchange turun lagi sebesar 0.17 persen menjadi 1,221 dolar AS per troy ounce. Perak futures untuk pengiriman bulan Mei juga menurun 0.05 persen sebesar 15,280 dolar AS per troy ounce, sedangkan tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei turun menjadi 2,237 per pond.

Pada hari Rabu kemarin, emas futures turun tajam, jatuh ke posisi terendah dalam tiga minggu karena adanya banyak komentar hawkish dari the Fed yang meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral AS bisa jadi menyetujui kenaikan suku bunga yang terjadi lebih banyak pada akhir tahun 2016, hal itu tentunya bisa memberatkan harga logam emas.

Emas menderita penurunan terparahnya pada tahun ini. Emas futures ditutup dengan harga yang lebih rendah dalam tiga dari empat sesi dan tujuh dari sepuluh hari trading. Namun terlepas dari aksi jual yang terjadi akhir-akhir ini, emas masih naik lebih dari 14 persen sejak awal tahun.

Ketika memberikan pidato kepada trader saham pada hari Selasa lalu, Presiden the Fed Philadelphia, Patrick Harker menempatkan secara langsung dirinya dengan anggota hawkish pada FOMC. Dia menyatakan bahwa the Fed harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga secepatnya pada rapat tanggal 28-29 April dan dia lebih memilih kenaikan suku bunga tiga kali sebelum tahun ini berakhir. Namun, Harker yang menjadi Presiden the Fed Philadelphia di pertengahan tahun 2015 lalu ini bukan termasuk anggota FOMC tahun 2016.

Secara terpisah, Presiden the Fed Chicago, Charles Evans mengatakan pada hari Selasa lalu, dia mengharapkan dua lagi kenaikan suku bunga dari the Fed tahun ini. Pernyataan Harker juga senada dengan komentar hawkish dari Presiden the Fed San Fransisco, John Williams dan Presiden the Fed Atlanta, Denis Lockhart awal minggu ini.

Fed Funds Rate terus mengambang di sekitar 0.37 persen, setelah bank sentral AS membiarkan suku bunga antara 0.25 persen dan 0.50 persen. The Fed sudah membuat suku bunga jangka pendek tetap di kisaran tersebut pada tiap dua rapat terakhir sejak mengakhiri kebijakan suku bunga nol (ZIRP) pada bulan Desember. Emas yang tidak terkait dengan suku bunga atau dividen, akan susah berkompetisi dengan aset yang berimbal balik besar apabila suku bunga dinaikkan.

c_sf_144827_262109_EmasTurunLagi Banyak Komentar Hawkish, Harga Emas Terus Menurun

Bursa Asia Berakhir Positif

in Berita Pasar by heri Leave a comment
asiaa7 Bursa Asia Berakhir Positif
Saham Asia rebound dari level terendah sejak tiga tahun lalu, dipimpin oleh lonjakan saham Jepang, di tengah adanya spekulasi kerugian yang mendorong ekuitas global ke bear market lebih dalam pada perdagangan Senin. Indeks MSCI Asia Pacific Index naik 4,3% pada sesi penutupan Asia, rebound dari penutupan terendah sejak Juli 2012. Indeks Topix dan Nikkei 225 pulih ditutup melambung masing-masing 8,02% dan 7,16%. Ini merupakan kenaikan terbaik sejak Oktober 2008, setelah terjun 13% pekan lalu. Hang Seng ditutup naik 3,27%.

S&P/ASX 200 Index Australia naik 1,6% dan India S&P BSE Sensex naik 2,4%, paling tinggi dalam setahun. Kontrak pada Indeks S & P 500 naik 1,1%, setelah benchmark reli 2% pada hari Jumat. The Indeks Shanghai Composite turun 0,63% pada hari pertama perdagangan setelah libur selama sepekan. Sementara yuan naik ke level terkuat tahun ini, China dilaporkan surplus. Shenzhen Composite turun tipis 0,04%. Kepala Strategi Investasi AMP Capital Investors Ltd di Sydney Shane Oliver mengatakan saham telah oversold lagi dan setidaknya bounce. “Tapi dengan kekhawatiran pertumbuhan global yang tersisa, itu masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa saham telah dipercaya kembali oleh para investor,” terangnya kepada Bloomberg.