capitol_dollars2 Suramnya Usaha Rebound Dollar AS Sesi Asia 28 April
Mengawali perdagangan sesi Asia pagi ini (28/04) kondisi dollar AS yang sedang dihajar oleh rival utamanya karena sikap bank sentral Amerika berusaha bangkit namun dengan kondisi yang sesak. Pasalnya terpantau di pasar spot Asia dollar hanya menguat terhadap yen Jepang dan swissfranc. Itupun terjadi karena pasar sedang menanti keputusan kebijakan moneter BOJ pagi ini sehingga yen sedikit ditekan.

Keputusan Federal Reserve terhadap kebijakan moneternya bulan ini masih tetap sama dengan kebijakan terakhir di bulan Desember 2015 yang menaikkan suku bunganya ke 0,5%. Dan janji untuk menaikkan suku bunganya tahun ini sebanyak 2 kali tidak terlihat jelas dalam pertemuan 2 hari yang berakhir beberapa jam lalu.

Disisi lain tampak harga minyak mentah bergerak naik merespon kebijakan Fed tersebut sehingga kurs komoditas seperti aussie, loonie dan kiwi dollar kembali menekan dollar AS. Naiknya harga minyak mentah tersebut didera oleh proyeksi dollar yang lemah pasca kebijakan Fed sehingga sangat murah bagi pasar untuk mengkoleksinya.

Pagi ini terpantau dollar berusaha kuat namun hingga akhir perdagangan diperkirakan akan tersungkur kembali oleh rilis data ekonomi negeri tersebut pada sesi malam. Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 6 rival utamanya di pasar spot terkini bergerak moderat, sebelumnya indeks dollar ditutup turun 0,3 persen ke posisi 94.35.

Untuk penggerak fundamental hari ini, ada beberapa data yang akan mempengaruhi pergerakan pasar forex seperti data awal PDB AS Q1-2016, data unemployment claims serta data pasokan migas AS selain kebijakan moneter Jepang beberapa saat lagi.