Itu dia pertanyaan besar untuk para trader, bagi Anda apakah kita perlu menjaga level stress sewaktu bertrading? Apa kita harus selalu dalam kondisi meditatif tanpa gangguan dan tekanan sama sekali sebelum memasuki medan perang di pasar?

Semisal dalam kasus kehidupan sehari-hari misalnya, saat ketika Anda bersepeda motor (atau pakai mobil) pulang ke rumah, tiba-tiba ada pengendara lain melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan untuk memotong jalur. Anda hanya memiliki jeda waktu sepersekian detik untuk menentukan aksi berikutnya.

Dalam waktu sepersekian detik tadi, kemampuan manusia untuk menangkap informasi dan merespon stimulus naik berlipat ganda karena reaksi berantai dari susunan syaraf pusat, hal itu hanya bisa terjadi setelah individu memasuki fase fight or flight. Simpelnya, Anda akan menjadi “superman” selama Anda berada dalam kondisi stress.

Stress Adalah Bagian Alami Dari Kehidupan
Pertanyaan dasar mungkin muncul di benak, “Mengapa kita harus mengalami stress jika ada pilihan untuk menghindarinya?”

Alasannya sederhana, anggap saja stress seperti mekanisme keran pada pipa tangki air. Aliran air pada umumnya akan dibiarkan mengalir dengan tekanan rendah untuk menjaga persediaan secara keseluruhan, namun jika dibutuhkan air bervolume besar dalam waktu sesingkat mungkin, keran akan diputar.

Sama halnya seperti pada kita, manusia memiliki “keran”-nya sendiri yang akan berputar otomatis seandainya ada situasi genting untuk dihadapi.

Kalau begitu kenapa kita tidak biarkan saja “keran” dalam posisi terbuka? Supaya alirannya terus lancar.

Ya, kembali ke konsep tanki air tadi, kalau keran dibiarkan terus terbuka yah sudah pasti persediaannya terkuras habis. Kering, dong. Sama seperti pada individu, jika dalam kondisi stress terus menerus kemungkinan besar dia akan kehabisan energi (fisik dan mental), kemungkinan akibatnya yah antara pingsan masuk rumah sakit umum atau depresi masuk rumah sakit jiwa.

sf_104311_264585_stress Stress? Siapa Butuh Stress Sewaktu Trading?