[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Glenn Stevens, menampik kritik yang dilayangkan oleh AS terhadap pidatonya mengenai pengaturan nilai tukar mata uang Australia, meski tetap mengulang pernyataan bahwa level Dolar Australia saat ini kemungkinan masih terlalu tinggi dan akan bertahan pada pengelolaan nilai tukar mengambang (floating exchange rate).

Dalam tanggapan terhadap pertanyaan pasca pidatonya di Sydney hari ini, tentang risiko yang terdapat pada mata uang Australia sehubungan dengan penguatan hingga 5 sen terhadap Dolar AS yang terjadi hanya dalam beberapa minggu saja, Stevens mengiyakan dengan menyebutkan bahwa memang ada risiko di masa depan meskipun sedikit. [/sdf_text_block][sdf_image id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://www.seputarforex.com/sfmateri/sf_163637_TM1458639377_stevens_rba.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][/sdf_col][/sdf_hero]