in Berita Pasar by yeremia
Para trader mengawasi ketat gerak Sterling dan Euro di hari Selasa (23/02) ini setelah kedua mata uang tersebut menderita tekanan yang besar dan kuat dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Latar belakang utama penggerak Poundsterling dan Euro adalah masih terkait dengan ketidakpastian keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE).

Poundsterling berada pada kisaran $1.4151, setelah tergelincir sejauh $1.4057, level rendah yang belum pernah terlihat sejak bulan Maret 2009. Pair tersebut jeblok hampir 2 persen dan mencetak penurunan terbesarnya dalam hampir enam tahun terakhir.

Para seller segera mengambil tindakan terhadap Poundsterling mereka setelah Walikota London, Boris Johnson, mengumumkan keberpihakannya pada suara untuk Brexit. Dalam referendum untuk menentukan keanggotaan Inggris di UE pada tanggal 23 Juni mendatang, Johnson tak ragu mengkampanyekan suara untuk memilih keluar dari UE dengan menjelaskan ada risiko yang lebih tinggi jika Inggris tetap tinggal bersama UE.

GBP Di Dasar “Klasemen”
Menurut Rodrigo Catril, Ahli Strategi Forex di National Australia Bank, kekhawatiran akan Brexit telah mendegradasi Pound ke dasar “klasemen” mata uang-mata uang mayor. Euro pun juga turut melemah menghadapi Dolar AS dan menunjukkan bahwa pasar sedang mengekspekresikan perhatian mereka pada dampak jika Inggris akhirnya memilih untuk meninggalkan UE.

Euro, untuk pertama kalinya dalam hampir tiga pekan, menyentuh angka $1.1000 terhadap Dolar AS, dan diperdagangkan pada kisaran rendah 1.1041 pada saat berita ini ditulis. Sedangkan terhadap Poundsterling, Euro terus unjuk gigi dengan naik 78.00 pence.

Data aktivitas bisnis swasta di Zona Euro pun ternyata tak membantu, karena survei menunjukkan pengukuran tersebut mengalami laju yang terlemah dalam satu tahun hingga Februari, dimana perusahaan-perusahaan jasa dan manufaktur mengalami bulan-bulan terburuk. Data ini pulalah yang meyakinkan analis dari BNP Paribas untuk memprediksi, 10 Maret nanti ECB akan kembali mengambil kebijakan baru.

Kelemahan Euro dan Sterling terhadap Dolar AS membantu mengangkat indeks Dolar ke level tertinggi dalam tiga pekannya. Indeks Dolar diperdagangkan pada angka 97.384, tak jauh dari level tinggi 97.600 malam tadi.

sf_103010_TM1456198194_gbp_22 Sterling Dan Euro Tergilas Dolar AS Jelang Referendum Brexit