in Berita Pasar by lilik
Spekulasi-Brexit-Diprediksi-Terus-Menekan-Sterling-Hingga-Tengah-Tahun-ini-696x459 Spekulasi Brexit Diprediksi Terus Menekan Sterling Hingga Tengah Tahun ini
Mata uang Inggris Raya, poundsterling sedang mengalami penurunan terpanjangnya sejak akhir tahun lalu yang dipengaruhi oleh spekulasi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit. Isu keluarnya Inggris dari kelompok Uni Eropa telah mengemuka sejak terpilihnya kembali David Cameron sebagai Perdana Menteri Inggris tahun lalu. Cameron menjanjikan akan mengadakan referendum untuk mendapatkan suara rakyat mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa.

Munculnya dorongan untuk keluar dari Uni Eropa muncul seiring banyaknya ketidakpuasan masyarakat atas kebijakan-kebijakan parlemen Uni Eropa. Untuk menjawab berbagai desakan atas ketidakpuasan masyarakat, maka solusinya adalah diadakan referendum. Dalam referendum tersebut, rakyat Inggris akan memilih apakah mereka akan tetap menjadi anggota atau keluar dari kelompok Eropa bersatu.

Meningkatnya Isu Brexit Semakin Menekan GBP

Penurunan sterling diawal sejak awal tahun ini memang tidak hanya disebabkan oleh isu Brexit saja, tetapi karena prospek mundurnya waktu kenaikan suku bunga BOE pada tahun ini. Namun belakangan isu Brexit semakin mendominasi pergerakan sterling. Pada Jumat 19 Februari lalu, PM Inggris, David Cameron mengumumkan tanggal untuk pelaksanaan referendum yaitu 23 Juni 2016. Pada tanggal tersebut menjadi hari bersejarah bagi negri Ratu Elizabeth apakah akan menjadi negara yang berdiri sendiri atau tetap ada sebagai bagian dari European Union atau Uni Eropa.

Pada Senin 22 februari, Walikota London, Boris Johnson yang merupakan rekan satu partai dengan PM Inggris menyuarakan pendapatnya yang mendukung Brexit. Dalam hal ini Walikota London bersebrangan dengan Perdana Menteri dan lebih mendukung aspirasi yang dihembuskan oleh partai Oposisi Inggris.

Analis dari Bank Nomura mengumumkan hasil risetnya yaitu bahwa ketidakpastian mengenai kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit) akan lebih mendominasi divergensi kebijakan moneter bank sentral antara BOE dan ECB. Menurut Nomura, “Selisih suku bunga telah stabil sementara ketidakpastian terkait Brexit sekarang lebih disorot, sebagaimana diindikasikan oleh volatilitas kiasan GBP/USD. Hasilnya, tarik menarik ini agak negatif bagi GBP untuk saat ini, yang mana itu menjelaskan sebagian dari kelemahan GBP, selain juga sentimen risiko global yang buruk. Kami mengestimasikan (imbas) selisih suku bunga melebar sebanyak 25 basis poin bisa ditutupi oleh ketidakpastian Brexit, jika level ketidakpastian saat ini terus berlanjut hingga referendum.”

Poundsterling terus mengalami tekanan jual karena isu Brexit tersebut. Saat ini pound melemah dibawah level $1,4000 atau sudah menyamai harga rendah di bulan Maret 2009 silam. Harga saat ini (Rabu 24/2/2016) dilevel $1.3980 dan masih berpotensi terus melemah. Target penurunan berikutnya dipekan-pekan kedepan mengejar harga terendah awal tahun 2009 dilevel $1.3500an.

GBP-masih-potensi-bearish-696x408 Spekulasi Brexit Diprediksi Terus Menekan Sterling Hingga Tengah Tahun ini