crudeoil120 Sinyal Arab Saudi, Berpeluang Naikkan Harga Minyak
Harga Minyak mentah beringsut naik, ke harga termahalnya dalam tujuh minggu terakhir ini. Kenaikan harga minyak ini didorong pernyataan Arab Saudi yang menyatakan akan bekerja sama dengan para produsen minyak lainnya guna meredam fluktuasi pasar saat ini. Sentimen pemicu lainnya adalah keputusan Bank Sentral Cina yang akan menaikkan upaya-upaya untuk mendukung perekonomian nasionalnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 3 persen setelah Arab Saudi menginginkan pasar minyak stabil, demikian menurut Kantor Berita Arab Saudi. Disisi lain, Cina menyatakan keinginan mereka untuk mengurangi jumlah kredit uang kas negara yang harus dibuka. Pihak Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) sendiri berencana akan mengurangi produksi mereka sekitar 79,000 barel per hari, dibulan ini.

Sebagai catatan, OPEC sejauh ini telah memompa minyak rata-rata 33,06 juta barel per hari sepanjang bulan Februari, berdasarkan data atas sejumlah jajak yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan minyak, produsen dan analis yang dilakukan oleh Bloomberg. Nigeria dan Irak menjadi pemimpin penurunan produksi minyak sementara Iran memimpin kenaikan produksi minyak pada level tertingginya selama lebih dari tiga tahun terakhir ini. Produksi bulan Januari merupakan yang paling tinggi menurut Bloomberg berdasarkan data 20 tahun.

Produksi minyak mentah AS turun 33.000 bpd menjadi 9,1 juta dalam sepekan yang berakhir pada 19 Februari. Ini merupakan produksi terendah sejak Oktober lalu menurut data EIA. Banyak sumur-sumur minyak yang gagal memenuhi target produksi setidaknya sebanyak 400 pada minggu lalu, Ini merupakan kondisi terendah sejak Desember 2009. Meski demikian, cadangan minyak mentah secara nasional masih meningkat 3,5 juta barel menjadi 507,6 juta, terbanyak sejak 1930. Dari data tersebut terlihat bahwa produksi minyak mentah telah dipangkas dalam minggu ini, khususnya dari jumlah sumur minyak yang berproduksi. Tak heran jika diperkirakan dalam waktu dekat ini jika penurunan produksi bisa mencapai 9 juta barel per hari, maka akan berdampak besar, sebaliknya jika kurang dari 100 ribu masih kurang berdampak.