Dolar AS menekan Poundsterling turun di hari Jumat (13/05) sore ini dengan GBP/USD yang melorot menuju level 1.44053 yang mengendur 0.3 persen. Investor tengah menanti dirilisnya serangkaian laporan ekonomi AS malam nanti di antaranya adalah data tentang penjualan ritel AS dan PPI AS pada bulan April 2016. Data tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan bagi Poundsterling.

Dalam sesi perdagangan sebelumnya, Bank Sentral Inggris (BoE), seperti yang sudah banyak diekspektasikan, memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya pada bulan Mei 2016, dengan tingkat suku bunga yang masih dalam posisi 0.5 persen dan jumlah pelonggaran kuantitatif sebanyak 375 miliar Poundsterling di hari Kamis kemarin. Kesembilan anggota BoE pun sepakat untuk mempertahankan kebijakan moneternya tanpa ada suara kontra.

Terlebih lagi, prakiraan laporan inflasi kuartalan menyebutkan bahwa inflasi Inggris akan kembali mencapai target 2 persen di pertengahan tahun 2018 diiring dengan ketidakpastian Brexit yang membenani outlook pertumbuhan Inggris dalam jangka menengah.

Menurut analis Bank of Tokyo-Mitsubishi yang dikuti oleh WBP Online, Poudsterling tampak kecewa dengan kebijakan moneter BoE kemarin sehingga mata uang Inggris tersebut menghentikan relinya, walaupun perolehan di awal sesi tampak cukup hidup.

sf_165917_264595_gebepeksgo Singgung Bahaya Brexit, Carney BoE Dituding Intervensi Politik, GBP/USD Terkulai