in Berita Pasar by heri
wall-1 Setelah FOMC, Wall Street Ditutup Variatif
Bursa AS berhasil ditutup di zona positif. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Standard & Poor’s 500 ditutup naik 0,2% menjadi 2.095,21. Padahal, sebelumnya indeks acuan AS ini sempat tertekan 0,5%. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,16% menjadi 2.095,15. Dan indeks Nasdaq 100 turun 0,51%, ke posisi terendah dalam sebulan terakhir yakni 4.863,14.

Saham-saham berbasis energi memimpin kenaikan pasca kenaikan harga minyak dunia ke atas level $ 45 sebarel. Lonjakan tersebut berhasil mengimbangi penurunan saham-saham teknologi setelah saham Apple Inc mengalami penurunan terbesar sejak Januari akibat kinerja yang mengecewakan. Pergerakan sejumlah saham lain yang mempengaruhi bursa AS di antaranya: EBay Inc, Boston Scientific Corp, dan Mondelez dengan kenaikan masing-masing setidaknya 3%. Selain itu, Boeing Co naik 2,9% dan United Technologies Corp naik 1,1%.

Kenaikan Wall Street terjadi setelah market mendapatkan kepastian bahwa The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya secara bertahap di tengah perlambatan ekonomi global yang stabil. The Federal Open Market Committe menegaskan pernyataan sebelumnya bahwa ekonomi global dan perkembangan finansial masih berpotensi menimbulkan risiko. The Fed memutuskan untuk menahan suku bunganya dan tetap akan menaikkan bunga acuan secara bertahap.

“The Fed memberikan kepastian kepada market bahwa kebijakan bunga akan dilakukan secara bertahap dan hati-hati dan mereka juga memprediksi perekonomian akan membaik meski moderat,” jelas Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisors’ US Intermediary business.

Hari ini, rilis kinerja emiten masih akan menjadi fokus pelaku pasar. Lebih dari sepertiga anggota indeks S&P 500 akan merilis kinerjanya pekan ini. Beberapa di antaranya Amazon.com, Ford Motor Co, dan Altria Group Inc.