in Berita Pasar by heri
20111207_JV_Saham-01A-638x426 Sesi Pertama: Sentimen Penggerak Terbatas, IHSG Melemah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga perdagangan sesi I bergerak di teritori negatif. Membuka perdagangan Senin (28/3), IHSG dibuka melemah 17,9 poin (0,37%) ke 4.809,187. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup anjlok 58,940 poin (1,22%) ke 4.768,147. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup merosot 11,381 poin (1,36%) ke 827.176.

Tercatat, seluruh sektor melemah. Pelemahan tertinggi terjadi di sektor industri dasar dan aneka industri sebesar 1,53%, disusul sektor manufaktur sebesar 1,44%. Sebanyak 57 saham naik, 210 saham turun, dan 69 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 113.000 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 2,124 miliar saham senilai Rp 1,892 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 250,415 miliar.

Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya ABDA naik 300 poin (4,17%) ke Rp 7.500, CLPI naik 155 poin (23,48%) ke Rp 815, ITMG naik 100 poin (1,53%) ke Rp 6.625, dan MBAP naik 100 poin (6,73%) ke Rp 1.585.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya HMSP turun 2.275 poin (2,28%) ke Rp 97.500, LPPF turun 525 poin (2,92%) ke Rp 17.475, TCID turun 500 poin (3,03%) ke Rp 16.000, dan GGRM turun 475 poin (0,78%) ke Rp 60.150. Di pasar uang, dolar AS menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.300 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.261.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 22,07 poin (0,13%) ke 17.024,82, Indeks Hang Seng turun 269,62 poin (1,31%) ke 20.345,61, Indeks SSE Composite naik 12,47 poin (0,38%) ke 2.990,76, dan Indeks Straits Times turun 19,36 poin (0,68%) ke 2.827,78.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) 7 emiten di pasar modal. Suspensi ini dilakukan dalam rangka keterlambatan pembayaran Biaya Pencatatan Tahunan (Annual Listing Fee/ALF) di tahun 2016.

Bursa melalui surat No.S-00580/BEI.PPU/01-2016 tanggal 29 Januari 2016 perihal kebijakan bursa terkait biaya pencatatan tahunan tahun 2016, menetapkan bahwa pembayaran ALF tahun 2016 dapat dilakukan melalui angsuran atau full payment dengan pembayaran angsuran pertama atau full payment paling lambat dilakukan pada tanggal 15 Februari 2016.

Mengacu pada butir II.3 Peraturan nomor I-H: tentang sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa.

Apabila perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham perusahaan tercatat di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut. Berdasarkan catatan bursa, hingga tanggal 18 Maret 2016, terdapat 7 Perusahaan Tercatat yang belum melakukan pembayaran angsuran pertama atau full payment biaya pencatatan tahunan tahun 2016.