in Berita Pasar by heri
IDX_LOGO Sesi Pertama: Mayoritas Sektor Bergerak Positif, IHSG Menguat
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga perdagangan sesi I ditutup di zona hijau. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup naik 5,573 poin (0,12%) ke 4.835,146. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup turun 0,471 (0,06%) ke 835.522. Enam sektor menguat, sementara 4 sektor lainnya melemah. Penguatan tertinggi terjadi di sektor pertambangan sebesar 2,08% disusul sektor industri dasar sebesar 1,88%. Sedangkan sektor yang mencatatkan pelemahan tertinggi adalah consumer goods sebesar 0,65%.

Pada awal perdagangan pagi tadi, Rabu (13/4), IHSG dibuka menguat 17,41 poin (0,36%) ke 4.846,978. Sebanyak 168 saham naik, 87 saham turun, dan 82 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 168.141 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 4,199 miliar saham senilai Rp 3,802 triliun.

Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya ASRM naik 515 poin (24,88%) ke Rp 2.585, PTBA naik 425 poin (6,14%) ke Rp 7.350, INTP naik 350 poin (1,74%) ke Rp 20.450, dan PLIN naik 310 poin (8,40%) ke Rp 4.000. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya GGRM turun 800 poin (1,19%) ke Rp 66.700, UNVR turun 750 poin (1,71%) ke Rp 43.200, MLBI turun 100 poin (1,25%) ke Rp 7.900, dan BBRI turun 75 poin (0,71%) ke Rp 10.550.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.112 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.076.

Sementara kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 385,78 poin (2,42%) ke 16.314,57, Indeks Hang Seng naik 295,74 poin (1,44%) ke 20.800,18, Indeks SSE Composite naik 62,87 poin (2,08%) ke 3.086,51, dan Indeks Straits Times naik 46,36 poin (1,65%) ke 2.859,34.

Sebagai informasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada kuartal I-2016 membukukan laba bersih Rp 2,97 triliun, tumbuh 5,5% secara tahunan (year on year/yoy). Meski lebih lambat dibandingkan pertumbuhan laba kuartal I-2015 sebesar 17,7% (yoy), angka itu lebih baik dibanding tiga kuartal sebelumnya yang mencatatkan penurunan. Adapun hingga akhir tahun ini, emiten bersandi saham BBNI itu optimistis mencetak pertumbuhan laba bersih di atas 10%.

Pada kuartal I-2016 tergolong periode cukup berat mengingat terjadinya tekanan pada beberapa sektor ekonomi yang menjadi segmen andalan BNI, seperti sektor perdagangan yang tertekan menurunnya permintaan sejumlah negara tujuan ekspor. Namun, pertumbuhan kredit BNI mengindikasikan kinerja yang menggembirakan.

Pertumbuhan laba bersih kuartal I-2016 terutama didorong pendapatan bunga bersih yang tumbuh 13,3% (yoy) menjadi Rp 6,91 triliun dan pendapatan nonbunga yang tumbuh 16,4% (yoy) menjadi Rp 2,22 triliun. Pendapatan bunga bersih ditopang penyaluran kredit yang tumbuh 21,2% (yoy) menjadi Rp 326,74 triliun. Pertumbuhan kredit kuartal I tahun ini jauh lebih tinggi dari kuartal I-2015 yang tumbuh 9,1%. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BNI pada kuartal I-2016 turun menjadi 6,1% dari 6,5% pada kuartal I tahun lalu dan 6,4% pada akhir tahun lalu.