in Berita Pasar by heri
35IHSG2 Sesi Pertama: Mayoritas Sektor Bergerak Positif, IHSG Bertahan di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I ditutup di teritori positif. Enam sektor menguat, sementara 4 sektor lainnya melemah. Penguatan tertinggi terjadi di sektor konstruksi dan pertambangan masing-masing sebesar 1,24% dan 1,14%. Sementara pelemahan tertinggi terjadi di sektor keuangan sebesar 1,16%.

Tercatat, sebanyak 146 saham naik, 108 saham turun, dan 85 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 132.950 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 3,306 miliar saham senilai Rp 3,157 triliun. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 9,96 poin (0,20%) ke 4.875,498.

Pada perdagangan sesi I, Selasa (19/4/2016), IHSG ditutup naik 3,208 poin (0,07%) ke 4.868,742. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 0,421 poin (0,05%) ke 845.327.

Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya TBMS naik 1.400 poin (19,44%) ke Rp 8.600, UNVR naik 925 poin (0,28%) ke Rp 45.325, MLBI naik 350 poin (4,38%) ke Rp 8.350, dan ICBP naik 225 poin (1,54%) ke Rp 14.875. Sejumlah saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya EMTK turun 325 poin (3,42%) ke Rp 9.175, INTP turun 225 poin (1,12%) ke Rp 19.925, AALI turun 200 poin (1,21%) ke Rp 16.275, dan UNTR turun 200 poin (1,20%) ke Rp 16.400.

Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.151 dibandingkan pembukaan pagi tadi di Rp 13.126.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 545,09 poin (3,35%) ke 16.821,04, Indeks Hang Seng naik 185,94 poin (0,88%) ke 21.347,44, Indeks SSE Composite naik 1,43 poin (0,05%) ke 3.035,09, dan Indeks Straits Times naik 17,51 poin (060%) ke 2.935,64.

Posisi utang luar negeri Indonesia per Februari 2016 tumbuh 3,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 311,5 miliar dolar AS, dipicu oleh meningkatnya pembiayaan untuk jangka panjang. Utang Luar Negeri (ULN) jangka panjang mencapai 273,2 miliar dolar AS hingga Februari 2016 atau tumbuh secara tahunan sebesar 5,8 persen, demikian dikutip dari publikasi statistik Bank Indonesia, Senin (18/4).

Tercatat ULN jangka panjang memiliki porsi signifikan dalam komposisi utang Indonesia, yakni 87,7 persen dari total utang. Dari sisi peminjam, ULN Indonesia masih didominasi oleh swasta, yakni sebesar 52,8 persen dari total ULN, meskipun realisasi dari swasta terjadi penurunan secara tahunan. Posisi ULN swasta turun 0,7 persen sehingga menjadi 164,6 miliar dolar AS pada akhir Februari 2016.

Sementara, ULN sektor publik (termasuk pemerintah) meningkat 9 persen (yoy) sehingga posisinya pada akhir Februari 2016 menjadi sebesar 146,9 miliar dolar AS. ULN Publik memiliki porsi 47,2 persen dari total ULN. Pada sektor swasta, ULN banyak diserap oleh industri sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,1 persen.