in Berita Pasar by heri
IDX_LOGO Sesi Pertama:  Indeks Unggulan Bergerak Positif, IHSG Melaju di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus lagi level 4.900 setelah naik 26 poin. Saham-saham tambang dan bank naik tinggi. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (21/4), IHSG menguat 26,313 poin (0,54%) ke level 4.902,909. Sementara Indeks unggulan LQ45 bertambah 5,534 poin (0,65%) ke level 851,236.

Tercatat, perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 150.623 kali dengan volume 3,087 miliar lembar saham senilai Rp 2,887 triliun. Sebanyak 141 saham naik, 114 turun, dan 82 saham stagnan. Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 8,326 poin ke level 4.884,922. Aksi beli investor asing membantu penguatan IHSG.

Beberapa saham yang kemarin kena koreksi jadi incaran investor. Posisi tertinggi IHSG hingga siang ini ada di level 4.904. Bursa-bursa regional kompak menguat hingga siang hari ini. Penguatan Wall Street semalam memberi sentimen positif.

Sedangkan kondisi bursa-bursa Asia hingga siang hari ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 melonjak 427,57 poin (2,53%) ke level 17.334,11, Indeks Hang Seng lompat 381,19 poin (1,79%) ke level 21.617,50, Indeks Komposit Shanghai naik 12,54 poin (0,42%) ke level 2.985,12, dan Indeks Straits Times menguat 5,43 poin (0,18%) ke level 2.955,38.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.375 ke Rp 46.675, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 350 ke Rp 4.900, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 325 ke Rp 8.775, dan BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 10.725. Sedangkan saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 700 ke Rp 7.300, Blue Bird (BIRD) turun Rp 370 ke Rp 4.470, Matahari (LPPF) turun Rp 225 ke Rp 17.775, dan Indocement (INTP) turun Rp 175 ke Rp 19.975.

PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) akan menerbitkan surat utang atau obligasi berkelanjutan II dengan tingkat bunga tetap tahap I tahun 2016 sebesar Rp 1,5 triliun. Prospektus ringkas yang diterbitkan PT Toyota Astra Financial Services di Jakarta, Kamis (21/4) mengemukakan bahwa dana hasil penawaran umum obligasi itu setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor.

Dalam rangka penerbitan obligasi itu, dijelaskan, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch), yakni “triple A” dengan outlook stabil. Peringkat TAFS itu mencerminkan dukungan kuat dari salah satu pemegang saham mayoritasnya yaitu Toyota Financial Services Corporation (TFSC). TFSC adalah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation, salah satu pabrikan otomotif terbesar di dunia.