in Berita Pasar by heri
20111207_JV_Saham-01A-638x426 Sesi Pertama: IHSG Masih Tertekan di Jalur Merah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi I, mengikuti bursa saham Asia yang juga kompak melemah. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup terkoreksi 10,079 poin (0,21%) ke 4.835,292. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 2,053 poin (0,24%) ke 838.297. Lima sektor menguat sementara 5 sektor lainnya melemah. Penguatan tertinggi terjadi di sektor aneka industri sebesar 1,16%, sementara pelemahan tertinggi terjadi di sektor agrikultur sebesar 1,51%.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (1/4), IHSG dibuka melemah 1,98 poin (0,04%) ke 4.843,394. Sebanyak 127 saham naik, 129 saham turun, dan 94 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan mencapai 132.173 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2,097 miliar saham senilai Rp 2,452 miliar.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya ABDA naik 500 poin (6,25%) ke Rp 8.500, SILO naik 425 poin (5,82%) ke Rp 7.725, BIRD naik 250 poin (4,33%) ke Rp 6.025, dan HMSP naik 250 poin (0,25%) ke Rp 98.650. Saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya DLTA turun 400 poin (7,41%) ke Rp 5.000, AALI turun 400 poin (2,20%) ke Rp 17.800, GMTD turun 350 poin (4,75%) ke Rp 7.025, dan IIKP turun 330 poin (8,86%) ke Rp 3.395.

Sedangkan di pasar uang, dolar AS menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.193, dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.141. Sementara kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 583,49 poin (3,56%) ke 16.162,70, Indeks Hang Seng turun 89,60 poin (043%) ke 20.687,10, Indeks SSE Composite turun 42,69 poin (1,42%) ke 2.961,22, dan Indeks Straits Times turun 23,35 poin (0,77%) ke 2.818,02.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi Maret mencapai 0,19 persen. Dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,62 persen, dan inflasi tahun ke tahun 4,45 persen. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disurvei, 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya deflasi. Kepala BPS Suryamin menjelaskan, selama lima tahun belakangan pada Maret ini terjadi laju inflasi yang bervariasi, bisa lebih rendah dan lebih tinggi. Namun, untuk inflasi Maret ini masih cukup terkendali. Sementara itu, inflasi inti mencapai 0,21 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun mencapai 3,5 persen.

Menurut Suryamin, dari inflasi 0,19 persen dibanding tahun-tahun lalu ini tergolong cukup terkendali. Jadi 81 kota inflasinya sudah terkendali karena pemerintah sudah mengendalikan harga sampai ke kota-kota, bahkan di luar 82 kota IHK.

Secara kelompok pengeluaran, inflasi Maret ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen. Kendati di dalamnya ada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi, seperti daging ayam ras, ikan segar, telur, kacang-kacangan, termasuk beras masih mengalami penurunan harga sampai minggu terakhir Maret.

Adapun kelompok lainnya, seperti makanan jadi, minuman, tembakau, dan rokok mencapai inflasi 0,36 persen. Selanjutnya, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar terjadi deflasi 0,07 persen; sandang mengalami inflasi 0,55 persen akibat harga emas yang tidak bisa dikontrol; kesehatan mengalami inflasi 0,30 persen; pendidikan, rekreasi, dan olahraga terjadi inflasi 0,03 persen; sedangkan transportasi, dan komunikasi mengalami deflasi 0,22 persen akibat adanya penurunan tarif angkutan udara, bensin pertamax, dan elektronik seperti telepon genggam.