in Berita Pasar by heri
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I bergerak di zona merah. Sementara itu, seluruh bursa saham Asia justru kompak bergerak di zona hijau. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah 11,685 poin (0,25%) ke 4.729,041. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup melemah 3,237 poin (0,39%) ke 827.819.

Pada awal perdagangan, Selasa (16/2), IHSG dibuka naik 5,27 poin (0,11%) ke 4.745,99. Sebanyak 127 saham naik, 109 saham turun, dan 86 saham stagnan. Frekuensi saham yang ditransaksikan sebanyak 119.605 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 2,344 miliar saham, senilai Rp 2,868 triliun.

Tercatat, lima sektor menguat dan 5 sektor lainnya melemah. Penguatan tertinggi terjadi di sektor aneka industri sebesar 1,65%, sedangkan pelemahan tertinggi terjadi di sektor consumer goods sebesar 1,05%. Beberapa saham yang masuk dalam jajaran top gainers adalah AALI naik 575 poin (3,31%) ke Rp 17.950, LPPF naik 250 poin (1,55%) ke Rp 16.425, ASII naik 125 poin (1,85%) ke Rp 6.900, dan SMDR naik 100 poin (2,22%) ke Rp 4.600.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers adalah HMSP turun 1.450 poin (1,36%) ke Rp 105.550, UNVR turun 775 poin (1,86%) ke Rp 40.800, UNTR turun 450 poin (2,80%) ke Rp 15.650, dan JSMR turun 350 poin (6,06%) ke Rp 5.425. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.380.

Sementara kondisi bursa saham Asia siang ini, antara lain: Indeks Nikkei naik 312,62 poin (1,95%) ke 16.335,20, Indeks Hang Seng naik 175,53 poin (0,93%) ke 19.093,67, Indeks SSE Composite naik 77,66 poin (2,83%) ke 2.823,86, dan Indeks Straits Times naik 27,21 poin (1,06%) ke 2.636,67.

Selain IHSG di bursa domestik, pada perdagangan Senin (15/2), hampir semua indeks di bursa saham Asia kemarin ditutup meningkat. Kenaikan indeks Nikkei Jepang bahkan mencapai 7,16% atau terbesar sejak September 2015, ke level 16.022,58. Namun, indeks saham Shanghai (Tiongkok) turun 0,63% ke 2.746,2, di tengah pernyataan Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBOC) Zhou Xiaochuan bahwa tidak ada dasar untuk melanjutkan depresiasi yuan.

Kenaikan indeks bursa Asia itu didorong oleh harga minyak dunia yang menguat kembali, menyusul spekulasi bahwa OPEC akan setuju memangkas produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan. Harga minyak WTI di bursa komoditas New York naik sekitar 1,73% ke level USD 29,95 per barel pada perdagangan Senin (15/2) pagi waktu setempat.