in Berita Pasar by yeremia
Yen diperdagangkan di level tinggi di hari Selasa (19/04) menjelang sesi pembukaan Eropa siang ini karena berakhirnya sentimen penghindaran risiko yang terjadi kemarin, sehingga permintaan terhadap aset safe haven mulai berkurang.

USD/JPY diperdagangkan 0.23 persen lebih tinggi di angka 109.06, masih di bawah level 110. Namun saat berita ini ditulis, USD/JPY kembali tertarik turun ke level 108.861, menuruni puncak yang terbentuk di sesi perdagangan Asia pagi tadi.

Kegagalan rapat di Doha dalam mencapai kesepakatan pembekuan produksi minyak menyebabkan harga minyak terlumat pada hari Senin kemarin dan menimbulkan kekhawatiran dalam pasar saham, sehingga aset-aset safe-haven semacam yen dan emas kebanjiran permintaan dari para investor.

Meski demikian, di sesi penutupan Senin kemarin, minyak berhasil memperbaiki diri dari keterpurukannya meski masih ditutup dalam zona merah. Sentimen inilah yang memercikkan sedikit sentimen positif bagi pasar hari Selasa ini. Saham-saham dan aset berisiko yang kemarin terbenam, mulai muncul ke permukaan. Saham-saham Jepang sudah tumbuh lebih dari 3 persen dan permintaan terhadap saham-saham tersebut menyurutkan permintaan akan Yen.

Ketika yen melemah, Bank Sentral Jepang akan senang karena penguatan Yen menghambat pertumbuhan ekonomi negara yang sedang digalakkan oleh bank sentral tersebut. Di sis lain, Yen hanya menunjukkan sedikit reaksi setelah kabar bahwa dinominasikannya Takako Masai untuk bergabung dalam dewan BoJ. Masai adalah salah seorang pejabat di Shinsei Bank Ltd dan dikenal sebagai tokoh yang pro pada pelonggaran moneter agresif.

sf_141513_TM1461050105_sunrise Sentimen Pelepasan Risiko Mulai Terlepas, USD/JPY Naik Terbatas