in Berita Pasar by heri
35IHSG2 Sempat Melemah, IHSG Melaju di Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan mengawali perdagangan pagi ini. Membuka perdagangan Selasa (29/3), IHSG dibuka melemah 6,09 poin (0,13%) ke 4.767,532.

Meski demikian, pelemahan IHSG tidak berlangsung lama. Hingga pukul 09.11 waktu JATS, IHSG bergerak naik 8,035 poin (0,16%) ke 4.781,050. Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 53,461 poin (1,11%) ke 4.773,626. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup melemah 11,014 poin (1,31%) ke 827.543.

Sementara di pasar uang, dolar AS melemah terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.316, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.330. Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 40,02 poin (0,23%) ke 17.094,35, Indeks Hang Seng turun 38,76 poin (0,19%) ke 20.306,85, Indeks SSE Composite turun 6,19 poin (0,21%) ke 2.951,50, dan Indeks Straits Times naik 2,92 poin (0,10%) ke 2.833,24.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan tambahan 5.000 investor baru tahun ini. BEI akan meningkatkan edukasi dan sosialisasi, diantaranya melalui Festival Pasar Modal Syariah 2016. Data BEI menunjukkan, pertumbuhan investor saham syariah meningkat 76% pada tahun 2015. Meskipun demikian, hingga akhir tahun lalu jumlahnya baru mencapai 4.908 investor berdasarkan single investor identification (SID). Artinya, jumlah investor saham syariah tersebut baru mencapai 1% dari total investor saham yang ada di Indonesia. Saat ini jumlah investor saham di Tanah Air secara keseluruhan mencapai 434.443 SID.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan pada acara Festival Pasar Modal Syariah 2016 sebanyak 6 ribu pengunjung. Pameran yang berlangsung selama empat hari, sejak 30 Maret hingga 2 April 2016, akan dihadiri seluruh komunitas pasar modal syariah. Tercatat ada 44 perusahaan mengikuti acara ini, baik perusahaan tercatat penerbit saham syariah dan sukuk, manajer investasi, perusahaan efek, bank rekening dana nasabah sampai kepada portal investasi.

Menurut Nicky, pameran ini mengangkat tema Yuk Nabung Saham Syariah yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional Yuk Nabung Saham. Acara dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang saat ini masih memiliki paradigma saving society, namun memiliki kemampuan berinvestasi.