in Berita Pasar by heri
20111207_JV_Saham-01A-638x426 Sempat Melemah, IHSG Berbalik ke Jalur Hijau
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini bergerak di teritori negatif, melanjutkan pelemahan di akhir pekan kemarin. Mengawali perdagangan, Senin (4/4), IHSG dibuka melemah 2,162 poin (0,04%) ke 4.841,024. Sementara indeks unggulan LQ45 dibuka turun 0,15 poin (0,06%) ke 839.879. Meski demikian, pelemahan tersebut tidak berlangsung lama. Hingga pukul 09.01 waktu JATS, IHSG bergerak menguat 2,348 poin (0,04%) ke 4.844,606.

Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka turun 3,039 poin (0,06%) ke 4.840,147. Sementara indeks LQ45 dibuka melemah 0,749 poin (0,09%) ke 839.547. Menutup perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 2,185 poin (0,05%) ke 4.843,186. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 0,054 poin (0,01%) ke 840.296.

Sementara kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 9,61 poin (0,06%) ke 16.173,77, Indeks Hang Seng turun 277,78 poin (1,34%) ke 20.498,92, Indeks SSE Composite naik 5,61 poin (0,19%) ke 3.009,53, dan Indeks Straits Times naik 10,85 poin (0,35%) ke 2.829,30.

Laju inflasi Maret lalu cukup rendah, hanya 0,19%, sehingga akumulasi Januari-Maret 2016 cuma 0,62% dan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,45%. Tren inflasi yang rendah dan terkendali itu mendukung rezim bunga rendah, dengan target single digit untuk suku bunga kredit pada akhir tahun ini. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menjelaskan, inflasi inti Maret lalu sebesar 0,21%, inflasi inti tahun kalender (Januari–Maret) 2016 sebesar 0,80%, dan inflasi inti tahun ke tahun (year on year) 3,5%. Dari 82 kota yang disurvei, Indeks Harga Konsumen (IHK) 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya deflasi.

Pada Maret lalu, inflasi tertinggi terjadi di Bukit Tinggi sebesar 1,18%, sedangkan terendah di Yogyakarta, Malang, Tangerang, dan Singkawang masing-masing 0,02%. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,22% dan terendah terjadi di Mamuju 0,02%.

Suryamin merinci, dari kelompok pengeluaran, inflasi Maret lalu dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,69%. Adapun kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,36%. Kelompok sandang mengalami inflasi 0,55%, kelompok kesehatan 0,30%, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03%.