in Berita Pasar by heri
rupiah326 Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.143/USD
Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa (19/4) pagi hingga siang bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp 13.143 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.170 per dolar AS. Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia setelah dampak dari kegagalan pertemuan produsen minyak mereda, investor mulai kembali melirik aset mata uang berisiko mengingat ekonomi di negara berkembang masih relatif stabil.

Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investor seiring dengan fundamental ekonomi pada tahun ini relatif kondusisf. Paket-paket kebijakan yang telah diluncurkan pemerintah akan segera dirasa dampaknya. Kebijakan pemerintah cukup berdampak ke sejumlah data ekonomi yang telah dirilis, situasi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan nilai tukar rupiah meningkat sehingga menjaga pergerakannya di area positif.

Kebijakan suku bunga negatif di beberapa negara maju juga memicu aliran dana asing masuk ke negara berkembang, salah satunya Indonesia yang memiliki suku bunga positif. Kebijakan ekonomi domestik cukup memberikan optimisme serta prospek penguatan bagi nilai tukar rupiah, data pertumbuhan impor yang membaik juga menjadi indikasi tambahan perbaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016.

Fokus investor selanjutnya akan mengarah ke Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan disimpulkan Kamis nanti (21/4). Pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah juga sejalan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed fund rate) yang belum pulih serta minimnya data ekonomi Amerika Serikat yang solid.

Direktur Eksekutif Institute for Development and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menyatakan selama ini suku bunga acuan (BI rate) tidak pernah menjadi acuan di dalam pasar atau market. Hal tersebut, ia sampaikan setelah menghadiri acara “Policy Dialogue: The Middle Income Trap-Indonesia’s Challenge Ahead” yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Atmajaya bekerja sama dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES).