rupiah326 Selasa Siang, Rupiah Melemah di Posisi Rp Rp 13.227/USD
Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka masih melemah dan tidak beranjak di kisaran level Rp 13.200/USD. Pelemahan mata uang nasional ini terjadi ketika USD tergelincir terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat pagi ini pada level Rp 13.215/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi awal pekan kemarin yang berada di level Rp 13.235/USD.

Berdasarkan data Limas, rupiah hingga siang ini ada pada level Rp 13.227/USD. Posisi ini tidak lebih baik, apabila melihat dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 13.209/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah juga masih sulit menguat pada level Rp 13.210/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp 13.189-Rp 13.225/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibandingkan penutupan awal pekan kemarin Rp 13.199/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (26/4) pada pasar mata uang, USD tercatat melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Indeks USD sejalan greenback terhadap enam mata uang utama mengalami penurunan 0,2% menjadi 94.682. USD juga tergelincir melawan yen ke level 111.06 ketika mata uang Jepang sempat menyentuh posisi tertinggi dalam tiga pekan yakni 111.90 awal pekan kemarin. Euro sendiri tercatat mendatar terhadap USD pada level 1.1268.

Spekulasi yang beredar menerangkan yen akan terguncang di tengah ketidakpastian mengenai apakah Bank Of Japan (BOJ) akan benar-benar memberikan stimulus. The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) juga akan mengadakan pertemuan dua hari, sebelum mengambil kebijakan baru. Analis berharap Fed tidak secara tiba-tiba menaikkan suku bunga acuan (Fed rate) saat pasar masih memantau kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Sebagai inormasi, inflasi Indonesia secara umum lebih tinggi dibandingkan lima negara anggota ASEAN, yaitu Malayisa sebesar 2,7%, Filipina 1,5%, Thailand -0,85%, dan Singapura -0,6% (tahun 2015). Karena itu diperlukan langkah strategis agar kesenjangan inflasi dapat ditekan, sehingga Indonesia lebih memiliki daya saing di ASEAN.

Secara umum penyumbang utama inflasi adalah pergolakan harga bahan pokok (volatile foods). Data inflasi bulan Maret 2016, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 0,19% 9mtm), lebih tinggi dibandingkan Februari 2016 sebesar -0,09%.