in Berita Pasar by yeremia
Menurut data Badan Statistik Inggris (ONS), data retail sales Inggris untuk bulan Maret turun sebanyak 1.3 persen per bulannya, lebih banyak dari penurunan 0.5 persen yang terjadi pada bulan Februari. Data retail sales per tahunnnya juga melambat dari 3.6 persen menjadi 2.7 persen. Sementara itu, retail sales inti Inggris per bulan dan per tahun juga turun tajam.

Volume penjualan, yang tidak termasuk bahan bakar, turun sebesar 1.6 persen dari bulan Februari. Sementara untuk total retail sales yang termasuk penjualan bahan bakar, menurun sebesar 1.3 persen melebihi perkiraan yang hanya akan ada penurunan sebesar 0.1 persen.

Data-data tersebut di kuartal pertama ini apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang masih terdapat tren lebih baik, menunjukkan bahwa sales yang tidak termasuk bahan bakar tumbuh sebesar 0.9 persen dan yang termasuk bahan bakar meningkat sebesar 0.8 persen. Hal ini menandakan adanya pertumbuhan yang terjadi secara berturut-turut. Kenaikan retail sales tanpa bahan bakar lebih kuat daripada kenaikan yang terjadi dalam kuartal terakhir tahun 2015 dan lebih lemah daripada periode itu ketika dilihat dari total penjualannya.

Sterling masih beredar di sekitar resisten pada level 1.4380/1.44 per dolar AS, dimana kecenderungan bearish dari bulan Februari berada. Support untuk pair GBP/USD ini terpantau pada level 1.43 per dolar AS dan jika berada diatas level support tersebut, pair akan menaklukkan resisten yang telah disebutkan tadi.

z?s=GBPUSD=X&t=7d Rilis Data Retail Sales Inggris