Jum’at, 13 Mei 2016:

Jam 00:30 WIB: pidato anggota FOMC Esther George (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City yang juga anggota FOMC Esther George dijadwalkan berbicara pada acara Federal Reserve Bank of Kansas City’s Business and Community Leaders Luncheon, di New Mexico.

Jam 05:45 WIB: data Retail Sales Selandia Baru kwartal pertama tahun 2016 (Berdampak tinggi pada NZD)

Tidak seperti negara-negara mata uang utama lainnya, Selandia Baru merilis data penjualan retail sekali dalam tiga bulan atau per kwartal dan relatif agak terlambat. Namun demikian data ini tetap penting dan berdampak tinggi. Data yang dirilis adalah penjualan retail total dan penjualan retail inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales). Penjualan retail total lebih berdampak. Angka rilis berupa persentase perubahan penjualan dibandingkan dengan kwartal sebelumnya (quarter per quarter atau q/q).

Penjualan retail total pada kwartal ke 4 tahun 2015 naik 1.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 1.4% dan juga lebih rendah dari kwartal ke 3 yang naik 1.5% (revisi dari data sebelumnya yang naik 1.6%), sementara untuk penjualan retail inti naik 1.4%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 1.1% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Untuk kwartal pertama tahun 2016 diperkirakan penjualan retail total akan kembali naik 1.0% dan penjualan retail inti akan naik 1.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

Jam 13:00 WIB: data Preliminary Gross Domestic Product (GDP) Jerman kwartal pertama tahun 2016 (Berdampak tinggi pada EUR)
Angka GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu. GDP dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara dan biasanya diumumkan per kwartal. Rilis data berupa persentasi perubahan dibandingkan kwartal sebelumnya. Di negara-negara kawasan Euro GDP dirilis 2 kali, Preliminary dan Final. Preliminary GDP adalah rilis pertama sehingga berdampak tinggi. Diantara negara-negara kawasan Euro yang paling berdampak adalah data GDP Jerman selaku lokomotif ekonomi kawasan.

GDP Final Jerman kwartal ke 4 tahun 2015 naik 0.3% (rilis tanggal 23 Pebruari 2016), sesuai dengan perkiraan dan sama dengan kwartal ke 3 tahun 2015 (terendah sejak kwartal ke 3 tahun 2014). Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran pemerintah, pengeluaran konsumen dan investasi. Untuk kwartal pertama tahun 2016 diperkirakan GDP Jerman akan kembali tumbuh 0.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

Jam 16:00 WIB: data GDP kawasan Euro kwartal pertama tahun 2016 (Final) (Berdampak medium-tinggi pada EUR)
Untuk kawasan Euro, GDP per kwartal dirilis 2 kali, Flash, dan Final (revised). Rilis data berupa persentasi perubahan dibandingkan kwartal sebelumnya. Flash adalah yang paling awal hingga dampaknya lebih tinggi, tetapi jika data final ada perubahan yang signifikan maka akan berdampak tinggi juga.

Data Flash GDP kwartal pertama tahun 2016 yang dirilis 29 April lalu menunjukkan angka +0.6%, lebih tinggi dari perkiraan yang +0.4% dan yang tertinggi sejak kwartal ke 4 tahun 2014. Spanyol dan Lithuania adalah negara dengan pertumbuhan tertinggi (+0.8%), disusul oleh Perancis (+0.5%) dan Belgia (+0.2%). Untuk data final kwartal pertama tahun 2016 yang akan dirilis hari ini diperkirakan tetap +0.6%. Jika hasil rilis lebih tinggi dari perkiraan maka EUR akan cenderung menguat.

Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Angka penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentasi perubahan penjualan retail dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ada dua rilis, penjualan retail inti yang tidak termasuk otomotif (Core Retail Sales atau Retail Sales Ex Autos), dan penjualan retail total atau disebut juga Advance Retail Sales, masing-masing untuk data perubahan bulanan (month over month atau m/m) dan data tahunan (year over year atau y/y). Penjualan retail bulanan lebih berdampak.

Bulan Maret lalu Advance Retail Sales AS m/m turun 0.4% atau -0.4% (revisi dari data sebelumnya yang turun 0.3%), lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.1% dan juga lebih rendah dari bulan Pebruari yang stagnan atau 0.0%, sementara untuk penjualan retail inti bulan Maret naik 0.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.4% tetapi merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak Nopember 2015. Untuk Advance Retail Sales y/y bulan Maret 2016 naik 1.7%, terendah sejak Nopember 2015.

Penurunan penjualan retail bulan Maret 2016 terjadi pada toko kendaraan bermotor dan spare part-nya (-0.2%), toko pakaian (-0.9%) dan toko makanan dan minuman (-0.8%). Untuk bulan April 2016 diperkirakan Advance Retail Sales m/m akan kembali turun 0.3% (atau -0.3%), y/y akan naik 2.2% dan Core Retail Sales m/m akan naik 0.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data Producer Price Index (PPI) AS bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI atau Wholesale Prices ini mengukur persentasi perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi ditingkat konsumen, karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI juga mencakup jasa konstruksi, belanja pemerintah dan ekspor. Ada 2 data yang dirilis yaitu PPI inti (Core PPI) dan PPI total, masing-masing untuk m/m (month over month) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan y/y (year over year) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. PPI inti tidak termasuk harga makanan dan energi. Di AS yang lebih berdampak adalah PPI total m/m.

PPI total AS bulan Maret lalu turun 0.1% (atau -0.1%) dibandingkan Pebruari, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.3% tetapi lebih tinggi dari Pebruari yang turun 0.2%, sementara untuk basis tahunan (y/y) PPI total bulan Pebruari 2016 juga turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari bulan Pebruari yang stagnan atau 0.0%. PPI inti bulan Pebruari 2016 juga turun 0.1%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.1% dan yang terendah sejak bulan Oktober 2015. Untuk bulan April 2016 diperkirakan PPI total m/m akan kembali naik 0.3% dan y/y akan stagnan atau 0.0%, sementara PPI inti m/m akan naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen AS versi University of Michigan (UoM) bulan Mei 2016 (Preliminary) (Berdampak tinggi pada USD)
Data yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) 2 kali setiap bulan ini mengukur kepercayaan konsumen terhadap kondisi bisnis dan keuangan di AS. Indeks kepercayaan konsumen UoM adalah salah satu yang selalu diperhatikan investor disamping indeks Conference Board (CB) Consumer Confidence. Indeks yang juga disebut Thomson Reuters / University of Michigan’s consumer sentiment ini dibuat berdasarkan survey dan dirilis dalam 2 versi dengan selang waktu 2 minggu, yaitu Preliminary atau data awal dan Revised atau data final. Indeks Preliminary dirilis lebih awal sehingga akan lebih berdampak.

Indeks UoM Consumer Sentiment AS bulan April 2016 final yang dirilis tanggal 29 April lalu berada pada angka 89.0, lebih rendah dari data preliminary yang 89.7 dan yang terendah sejak bulan September 2015 akibat indeks future expectation yang turun dari 79.6 ke 77.6. Indeks UoM preliminary bulan Mei 2016 diperkirakan akan naik ke angka 89.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.