[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2015/06/rekomendasi-yen1-700×357.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Pergerakan pair USDJPY di sesi Asia (04:35:35 GMT) bergerak kuat setelah dibuka pada 109,47 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan naik 46 pips atau 0,5% dan nilai bergulir berada pada 109,93.

Kurs safe haven yen yang sempat menguat dan bergerak negatif di awal perdagangan terkoreksi kembali setelah pasar mencermati rilis data ekonomi Jepang untuk data flash manufaktur dan juga aktivitas industri negeri tersebut.

Dari data tersebut menunjukkan penurunan nilai dari periode sebelumnya yang memberikan kembali kekhawatiran bagi pasar akan memburuknya kondisi ekonomi Jepang pasca gempa di Jepang Selatan akhir pekan lalu.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan