Dolar AS bergerak beragam di penghujung sesi perdagangan Asia Selasa (17/05) sore hari ini. Dolar Australia sukses mengungguli Greenback setelah notulen bank sentral Australia (RBA) untuk rapat bulan Mei menyebutkan bahwa mereka masih membuka kans pemotongan suku bunga lagi meski membutuhkan waktu untuk terlebih dahulu melihat bagaimana kondisi perekonomian berjalan setelah pemotongan suku bunga kemarin.

Mata Uang Komoditas Tersokong Harga Minyak
Mata uang-mata uang komoditas, termasuk Dolar Australia, Dolar New Zealand, dan Dolar Kanada menunjukkan penguatan sejak sesi perdagangan malam tadi sehubungan dengan naiknya harga minyak berjangka AS. Minyak mentah AS menyentuh level tinggi enam bulannya karena pasar fokus pada gangguan suplai minyak yang berpotensi membuat harga minyak meningkat.

Goldman Sachs, merupakan salah satu lembaga keuangan besar yang memberikan penilaian bahwa harga minyak akan lebih bullish setelah bearish yang berlangsung cukup lama.

AUD/USD menduduki level 0.7346 sore ini, dari posisi 0.7283 di awal sesi perdagangan Asia pagi tadi. NZD/USD mulai terkonsolidasi di level 0.6809 setelah melonjak dari level 0.9778 menjelang ekspektasi inflasi RBA yang meningkat. Sementara itu, USD/CAD mendaki ke level 1.2888 siang ini, pulih ke level yang tercapai di sesi perdagangan sebelumnya.

Indeks Dolar AS, yang merekam jejak penguatan mata uang AS terhadap enam mata uang mayor, menurun jadi 0.1 persen ke angka 94.450, beranjak menjauh dari level tinggi 94.845 yang tercapai di hari Jumat pekan lalu.

sf_152657_TM1463473453_dolar_dunia Rekap Sesi Asia: Dolar AS Beragam, Ungguli Yen Jelang Pertemuan G7