in 6.1.2. Regular Divergence by hafid zaini

Suatu regular divergence digunakan sebagai tanda kemungkinan untuk pembalikan tren.

Jika harga sedang membentuk rendah lebih rendah (lower low/LL), tetapi osilator membentuk rendah yang lebih tinggi (higher low /HL), ini dianggap sebagai regular bullish divergence.

Hal ini biasanya terjadi pada akhir sebuah tren turun. Jika oscillator gagal membuat lower low yang baru, kemungkinan bahwa harga akan naik.

Berikut adalah gambar yang menggambarkan regular bullish divergence.

blue-regular-bullish-divergence Regular Divergence

Sekarang, jika harga membentuk tinggi yang lebuh tinggi (higher high / HH), dan oscilator membentuk tinggi yang lebih rendah (lower high/LH), maka ini dinamakan regular bearish divergence.

Jenis regular bearish divergence terjadi jika trend naik.

Dalam gambar di bawah, kita melihat harga yang balik arah setelah membentuk higher high dengan ocilator membentuk lower high.

blue-regular-bearish-divergence Regular Divergence

Seperti yang dapat Anda lihat dari gambar di atas, regular divergence adalah paling baik digunakan ketika mencoba untuk memilih top dan bottom. Anda sedang mencari daerah dimana harga akan berhenti dan sebaliknya.

Apakah Anda mengerti semua itu? sangat sederhana kan?

Sekarang Anda sudah tahu regular divergence, sudah waktunya untuk memperkenalkan anda mengenai hidden divergence dalam bab selanjutnya.

Jangan khawatir, hidden divergence bukan seperti Kamar Rahasia dan tidak sulit untuk melacaknya. Alasan disebut “tersembunyi/ hidden” adalah karena divergence ini bersembunyi di dalam tren yang sedang terjadi.