Harga minyak mentah selip pada awal sesi Asia hari Rabu (2/3) setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak di Amerika Serikat berada dalam jumlah yang lebih besar dari perkiraan. Harga minyak WTI untuk pengiriman April diperdagangkan di kisaran $34 per barel, sementara Brent untuk pengiriman Mei diperjualbelikan pada $36.70-an saat berita ini diangkat.

Laporan pekanan API menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat 9.9 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari 7.1 juta barel pada periode sebelumnya, dan jauh di atas estimasi yang sebelumnya dipatok 2.5 juta barel. Sedangkan data produk olahannya menampilkan stok hasil distilasi meningkat 2.7 juta barel, meskipun stok gasolin menurun 2.2 barel.

Malam nanti, giliran lembaga Energy Information Administration (EIA) yang juga berbasis di Amerika Serikat akan merilis laporan status industri perminyakan pekanannya, dan para analis tengah mengantisipasi kemungkinan angka yang muncul akan meninggi juga. Diestimasikan, inventori minyak mentah bakal meningkat sebanyak 3.5 juta barel dalam publikasi tersebut, padahal pekan lalu inventori sudah naik ke level tinggi sepanjang masa pada 507.6 juta. Apabila data aktual yang keluar setara dengan estimasi tersebut atau lebih tinggi, maka rebound harga minyak yang telah berlangsung nyaris dua minggu ini bisa terhenti.

Diketahui, harga minyak telah menanjak selama beberapa periode terakhir, seiring dengan pergeseran sentimen yang didukung oleh ekspektasi bahwa harga mungkin telah mencapai level rendah jangka pendek-nya dan resmi mulai rebound, sehubungan dengan menguatnya beberapa fundamental pasar.

Laporan API kali ini agak menggoyahkan keyakinan investor, tetapi untuk sementara harga minyak masih ditopang oleh komentar Menteri Energi Rusia, Alexander Novak yang dikutip oleh Reuters bahwa perusahaan-perusahaan minyak di negaranya mendukung pembekuan produksi pada level bulan Januari, meskipun menolak memangkas produksi. Presiden Rusia Vladimir Putin juga dilaporkan mengatakan sekilas tentang perlunya langkah-langkah yang “lebih radikal” untuk menyeimbangkan pasar minyak global, di luar kesepakatan pembekuan produksi yang tengah diupayakan bersama oleh Rusia, Arab Saudi, Qatar, dan Venezuela.

sf_110544_261089_oilbarrel Rebound Harga Minyak Terbentur Tingginya Stok Minyak AS