Komentar Stevens tersebut seolah mematahkan kritik yang pernah diluncurkan oleh perwakilan Menteri Keuangan AS yang menyebutkan bahwa Australia sepertinya sangat berhasrat pada pengaturan nilai tukar (fix exchange rate), khususnya untuk tujuan mendepresiasi nilai tukar Dolar Australia.

“Kami menjalankan kebijakan moneter yang normal, nilai tukar mata uang pun masih mengambang, dan kami belum mengintervensi Dolar Australia sejauh ini,” kata Stevens merujuk pada periode ketika mata uang Australia bergolak menuju kisaran 1.10 per Dolar AS pada tahun 2011 dan kemudian berdampak pada merosotnya harga komoditas. “Terkadang kami memiliki opini sendiri tentang harga pasar, namun memang belum populer di lingkup perbankan sentral,”

Yang pasti, Stevens juga menegaskan komitmennya tentang nilai tukar ter-floating atau mengambang dengan menjawab ringkas “Ya” atas pertanyaan tentang hal tersebut.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan tentang bagaimana pasar mencerna nilai tukar saat saat ini di tengah kebijakan beberapa negara yang sibuk mengejar tingkat suku bunga nol, Stevens menjawab bahwa pertanyaan semacam itu seharusnya ditujukan pada negara yang memang sudah menerapkan suku bunga nol saja.

Rupanya tak banyak pengaruh yang diberikan oleh pidato Stevens hari Selasa ini, AUD/USD diperdagangkan di angka 0.7605 sore ini saat berita ini ditulis. AUD/USD telah menanjak lebih dari 6 persen bulan ini.

z?s=AUDUSD=X&t=7d RBA Tetap Berkomitmen Pada Nilai Tukar Mengambang