Bank Sentral Australia (RBA) masih mempertahankan bias pelonggaran yang solid sejak akhir tahun 2015 bersama dengan lemahnya inflasi sehingga menyediakan ruang lingkup bagi kebijakan yang lebih longgar. Dengan demikian, diharapkan permintaan akan naik.

RBA masih menunggu sinyal yang menunjukkan bahwa permintaan memang benar sedang tergelincir untuk kembali mengurangi suku bunga. Akan tetapi, para ekonom melihat lemahnya inflasi saat ini seharusnya sudah bisa menjadi alasan yang cukup bagi RBA untuk menambah pelonggaran.

“Kami menduga bahwa berita tentang drastisnya penurunan inflasi Australia di kuartal pertama akan cukup kuat untuk menjadi dasar RBA agar kembali memtong suku bunganya dari 2.0 persen menjadi 1.75 persen di rapat kebijakan hari Selasa tanggal 3 Mei mendatang.” kata Paul Dales, Ekonom Capital Economics dalam catatannya yang dikutip oleh WBPOnline.

Dales menambahkan bahwa jikapun RBA tetap mempertahankan suku bunga Australia di angka 2.0 persen pekan depan, pihaknya memperkirakan bahwa RBA akan tetap menyinggung masalah inflasi yang sangat rendah dan membuka kemungkinan akan pemotongan suku bunga lebih lanjut.

z?s=AUDUSD=X&t=7d RBA Akan Potong Suku Bunga?