in Psikologi by yeremia
Pada umumnya trader mempunyai karakter untuk lebih berani mengambil resiko setelah memperoleh profit dan makin takut mengambil resiko setelah mengalami kerugian. Dengan kata lain, trader pada umumnya memiliki psikologi yang tidak proporsional terhadap resiko yang pasti terjadi. Misalnya jika kita telah mengalami loss sebanyak 5 kali berturut-turut, kemungkinan kita akan takut masuk pasar walaupun kondisi pergerakan harga pasar sedang bagus dengan sinyal trading yang jelas. Ada pula anggapan yang kurang berdasar tetapi sering dijumpai: setelah profit 5 kali berturut-turut, seorang trader khawatir jangan-jangan trade yang berikutnya akan loss. Pada kenyataannya, bagaimanapun kita menyikapi resiko, karakter pergerakan harga pasar relatif tidak berubah banyak.

Yang perlu kita ketahui adalah adanya distribusi acak dari profit dan loss, apapun strategi dan sistem trading yang kita gunakan. Jika setelah diback-test dan diforward-test dalam account demo sistem trading kita menghasilkan persentasi profit atau winning trades sebesar 55%, yang berarti losing trades sebesar 45%, maka dengan sistem trading tersebut kemungkinan profit kita adalah 55%. Tetapi kita tidak akan tahu trade yang keberapa yang akan profit atau trade yang mana yang bakal loss, karena kemungkinan profit atau loss tersebut didistribusikan secara acak.

Yang mesti diatasi adalah persepsi kita terhadap resiko. Kita kurang menaruh perhatian pada resiko setelah mengalami beberapa kali profit dan sebaliknya sangat memperhatikan resiko ketika mengalami beberapa kali loss. Hal ini diungkapkan oleh seorang mantan trader Wall Street dalam bukunya yang berjudul ‘ Is Biology to Blame?’. Menurutnya jika kita sadar dan telah bisa mengatasi hal tersebut maka kita akan realistis, berfikir secara logis dan disiplin dalam trading. Hal ini sangat penting untuk disadari sebelum kita memulai membuka posisi di account live. Hendaknya selalu bertanya sebelum membuka posisi, apakah kita trading berdasarkan logika atau emosi.

Pastikan bahwa Anda memutuskan untuk menjadi trader karena memang mencintai pekerjaan trading
Sepintas, bagi orang awam yang belum mengenal pekerjaan ini, trading terlihat sepele dan mudah untuk dilakukan. Tetapi sebenarnya pekerjaan ini membutuhkan kesabaran dan disiplin yang tinggi. Perasaan bosan bisa membahayakan kelangsungan aktivitas trading Anda, oleh karenanya Anda mesti selalu merasa tertarik dan mencintai pekerjaan ini. Anda mesti bisa merasa ‘kebal’ terhadap kerugian. Sebelum Anda benar-benar memulai trading di account live dan siap rugi dengan uang beneran, Anda mesti bisa mengatasi semua godaan yang membuat Anda tidak mencintai pekerjaan trading, bosan dan akhirnya menyerah.

Jika Anda paksakan untuk tetap trading sementara Anda merasa bahwa pekerjaan trading membebani Anda, maka Anda akan over-trading dan cenderung mengabaikan money management. Tip dari trader yang berpengalaman agar Anda selalu mencintai trading adalah dengan menyadari bahwa profit sekecil apapun sulit diperoleh, Anda harus berjuang dengan maksimal untuk mendapatkannya. Selain itu Anda mesti mempunyai sebuah mimpi untuk bisa sukses di bisnis trading.

sf115074_gb Psikologi resiko