in Fundamental by heri
Producer price Index (PPI) menentukan perubahan level harga untuk sekumpulan barang, yang diproduksi di industri. Indeks ini terdiri dari dua bagian: harga entry (semi-produk, komponen, etc) dan harga output (produk yang selesai). Harga output meliputi nilai tenaga kerja dan memberi ide mengenai inflasi, yang berhubungan dengan perubahan nilai tenaga kerja. Dengan kalkulasi indeks, harga untuk barang impir dan jasa tidak terlalu dipermasalahkan. Saat produsen membayar lebihh untuk barang dan jasa, mereka, mungkin, akan melakukan kenaikkan dalam biaya pada konsumen, dan inilah sebab mengapa PPI dianggap sebagai indikator utama untuk inflasi konsumen. Indikator ini mempengaruhi signifikan pasar. Ditengah ekspektasi untuk kenaikkan suku bunga dasar, pertumbuhan nilai indikator membawa ke kenaikkan nilai dolar.

Producer Price Index (PPI) menilai harga untuk barang dalam level grosir. Ada tidak sub kategori besar didalam PPI: awal, lanjutan, dan final. Pasar mengikuti dengan teliti indeks barang final, karena indeks ini menunjukkan harga barang, yang siap dijual pada pelanggan. Harga barang pada taham awal dan lanjutan industri sering memberi tampilan tekanan inflasi yang akan datang (deflasi), namun yang paling dekat adalah barang awal, semakin kuat hubungannya dengan harga komoditas, yang sudah tersedia dalam indeks-indeks trading, seperti CRB (Commodity Research Bureau) atau Biro penelitian komoditas.

Pada seluruh tahap industri, pasar memberi perhatian yang lebih besar pada indeks, yang tidak termasuk makanan dan sumber daya energi, yang disebut dasar. Indeks yang sama disebut juga dengan Core PPI dan dikeluarkan dengan indeks dasar. Harga makanan dan energi akan berubah-ubah dan menutup kecenderungan level inflasi dasar. Walaupun reaksi pasar ditentukan oleh perubahan bulanan, perubahan tahunan juga dicatat oleh penganalisa. Indeks tidak dipertimbangkan bulanan, namun revisi tahunan dengan faktor koreksi musiman akan memberi perbaikkan kecil dalam publikasi yang sukses.

PPI dihitung dengan prinsip yang sama dengan CPI. Kumpulan biaya dalam periode waktu ini ditentukan oleh nilai periode sebelumnya dan dari nilai yang diterima minus satu. Hasil ditunjukkkan dalam bentuk suku bunga, dan nilainya mungkin positif, dan juga negatif. Berbeda dengan indeks CPI, indeks PPi memiliki periode penurunan yang signifikan, saat nilai yang dikeluarkan negatif. Indeks PPI dan nilai mata uang nasional memiliki korelasi langsung – pertumbuhan indeks di hampir semua hal menyebabkan kenaikkan mata uang nasional dan sebaliknya.

Kenaikkan PPI menyebabkan inflasi pengeluaran, yang menurut penganalisa keuangan benar-benar mempengaruhi ekonomi, daripada inflasi pada permintaan, dan lebih menunjukkan hal tersebut. Indeks PPI biasanya merupakan hal utama dalam perbandingan dengan indeks CPI, karena perubahan harga konsumen dengan penundaan harga penjualan produk grosir. Indeks PPI dikeluarkan pada tanggal 11 setiap bulan pada 13:30 (GMT +00). Nilai indeks untuk bulan sebelumnya akan dipublikasikan.