in Berita Pasar by yeremia
Aktivitas manufaktur Jepang jatuh ke level terendahnya dalam delapan bulan hingga Februari. Dalam laporan Indeks PMI Manufaktur Pendahuluan untuk Jepang yang dirilis oleh Markit di hari Senin (22/02) ini, tercatat jatuh ke level 50.2 pada bulan Februari, dari level terendah sejak bulan Juni. Sebelumnya, indeks PMI Manufaktur Jepang final berada pada posisi 52.3.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perekonomian Jepang masih lemah meski sudah memasuki tahun baru. Meski demikian, indeks di atas 50 masih berada dalam kategori ekspansi. Indeks Pendahuluan Output Industri Jepang terperosok dari angka 53.0 pada bulan Januari, menuju 50.6 pada bulan Februari, dipimpin oleh jatuhnya angka pesanan baru.

“Data menunjukkan bahwa kemerosotan dalam jumlah asupan lapangan kerja baru disebabkan terutama oleh kontraksi dari permintaan internasional, dengan angka ekspor baru yang merosot dalam rentang tertajam di tiga tahun terakhir,” kata ekonom Markit, Amy Brownbill, dalam komentarnya Senin ini.

“Konsekuensinya, jumlah pertumbuhan mengendur ke level rendah lima bulan dan aktivitas pembelian terpangkas kembali setelah mencapai puncak 23 bulan pada bulan Januari.”

Indeks manufaktur merupakan angka terbaru yang menunjukkan seberapa besar perekonomian Jepang tengah kehilangan momentumnya saat ini. Sebelumnya, pertumbuhan GDP Jepang dilaporkan melorot 0.4 persen.

sf_113909_TM1456115906_mobil_jepang PMI Manufaktur Flash Jepang Tergelincir, USD/JPY Bergeming Di 112-an