in Berita Pasar by yeremia
Dolar AS masih berkutat dalam level lemah terhadap Yen dan Euro di hari Selasa (05/04) pagi ini namun masih lebih unggul dibandingkan dengan Dolar-dolar komoditas yang masih bergelut dengan lemahnya harga komoditas.

Dolar Australia terpukul cukup keras dengan para investor yang sedang dalam mode defensif menjelang hasil kebijakan RBA siang nanti. Beberapa waktu lalu, bank sentral Australia tersebut terus menggaungkan tendensinya pada pelemahan Dolar Australia. AUD/USD bergolak naik 7 persen bulan lalu, level terbesar dalam kurun waktu lebih dari empat tahun. AUD/USD menurun 0.757 pagi hari ini dari level tinggi yang terbentuk di sesi perdagangan sebelumnya pada angka 0.7723.

“Minat pasar akan fokus pada komentar RBA sehubungan dengan apresiasi AUD belakangan ini,” kata Joseph Capurso, Ahli Strategi Commonwealth Bank yang dikutip oleh Reuters.

Reli Dolar Australia pada dasarnya merupkan bagian dari penurunan Greenback setelah munculnya sinyal bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya degan hati-hati, sehingga kecil kemungkinan kebijakan moneter ketat AS akan disegerakan pada bulan ini.

Tingkat suku bunga AS pada tahun ini kemungkinan hanya dinaikkan sekali saja. Tak mengejutkan, Dolar AS pun harus berjuang untuk menguat dengan adanya asumsi tersebut.

Namun, Presiden Federal Reserve untuk wilayah Boston, Eric Rosengren, pada hari Senin kemarin mengingatkan bahwa pasar dapat menjadi terlalu pesimis dengan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang hanya satu kali tersebut, padahal ada kemungkinan risiko eksternal yang dihadapi oleh ekonomi AS akan memudar.

sf_094346_TM1459824068_dolar_simbol Performa Dolar Beragam Di Sesi Perdagangan Asia, Fokus Ke Australia