in Berita Pasar by lilik
1593374710p Penurunan ekspor Jepang terdalam sejak 2009
TOKYO. Tingkat ekspor Jepang mencatatkan penurunan untuk empat bulan berturut-turut pada bulan lalu. Bahkan penurunannya merupakan yang terbesar sejak 2009 lalu.

Berdasarkan data yang dirilis Kementrian Keuangan Jepang, tingkat ekspor Jepang pada Januari turun 13% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh anjloknya ekspor Jepang ke China sebesar 18% pada periode yang sama. Padahal, China merupakan partner dagang terbesar Jepang.

Sementara, tingkat impor Jepang turun 18%. Kondisi itu menyebabkan defisit pada neraca perdagangan Jepang senilai 645,9 miliar yen atau setara dengan US$ 5,7 miliar.

Anjloknya tingkat ekspor semakin memburamkan sentimen perekonomian Jepang. Apalagi kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Sebut saja tingkat upah yang stagnan, indeks harga konsumen sulit mendaki, dan rumah tangga Jepang enggan membelanjakan dananya.

Di pasar saham kondisinya juga tidak membaik. Sepanjang taun ini, bursa Jepang sudah melorot dalam dan posisi yen menguat lebih dari 5% terhadap dollar AS.

“Kondisi ekspor Jepang terlihat buruk karena perlambatan ekonomi global dan penguatan yen. Belum ada sokongan positif yang mendukung ekonomi Jepang saat ini