Dolar AS meraih level tinggi enam minggunya terhadap sejak hari Jumat kemarin setelah kenaikan terbesar dalam belanja konsumen tahun ini, sehingga membuat pasar berspekulasi bahwa para trader akan kembali memunculkan isu kenaikan suku bunga The Fed tahun ini ke permukaan.

USD/JPY mulai berusaha membalas kelemahan dengan mendaki hingga mencapai level 108.91. Perekonomian China, pada hari Minggu kemarin dilaporkan melanjutkan perlambatan progres pertumbuhannya pada bulan April, terbebani oleh kelebihan kapasitas industri seperti baja dan batu bara. Hal ini membuat kenaikan permintaan mata uang safe-haven seperti Yen Jepang.

Mata uang AS menguat terhadap Yen menjelang dirilisnya notulen rapat The Fed untuk rapat pada April lalu pada hari Rabu mendatang. Dolar Australia menyentuh level terendah dalam 10 pekan dan mata uang New Zealand merosot menyusul laporan dari China yang menunjuk ke perlambatan pertumbuhan di beberapa wilayah Asia, terutama China, mengingat negara tersebut adalah pasar terbesar bagi ekspor Australia dan New Zealand.

sf_122711_264663_usd-g Pasar Mulai Berani Naikkan Risiko, Dolar AS Berpotensi Naik