in Berita Pasar by heri
Analisa-Fundamental Panduan Fundamental 26 Februari
Diiringi rintik hujan pagi ini, indeks dollar mengalami tekanan aksi jual sesaat serta harga emas dan minyak melejit lagi sebelum perdagangan akhir pekan ini berakhir dan beberapa data ekonomi penting dari AS rilis malam nanti.

Kondisi plemahan dollar ini nampak muncul dengan inisiatif sesaat dari investor. Seperti kita ketahui bahwa data GDP dan inflasi AS akan rilis malam ini. Berdasar hasil analisa tim riset Financeroll, kondisi belanja dan pendapatan di AS terus membaik trendnya meski suku bunga the Fed naik Desember 2015 lalu, sehingga potensi core PCE sebagai salah satu pembentuk inflasi diperkirakan juga meningkat dan pada akhirnya order barang serta penjualan retail juga akan meningkat perlahan lahan trendnya. Order barang dan penjualan retail adalah bagian dari pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Asumsinya bahwa kondisi inflasi dan GDP atau pertumbuhan ekonomi meningkat, bank sentral sebagai pemutus kebijakan di bidang moneter pada sebuah negara seperti suku bunga, sudah mempunyai kewajiban untuk mengendalikan perputaran uang atau money supply didalam negeri agar tidak berkelebihan, dengan cara menaikkan suku bunganya.

Dari kenaikan suku bunga the Fed misalnya, maka tentunya harapan dari FDI AS kembali meningkat dan dollar atau greenback akan menguat lagi. Hal inilah yang membuat harga emas naik tetapi masih jinak-jinak merpati karena investor tentu masih menahan diri untuk menunggu kejelasan perubahan suku bunga the Fed lebih lanjut.

Selain masalah suku bunga, pertemuan G-20 di Beijing tentu akan menjadi sorotan sesaat di pasar uang dan komoditi sebelum rilisnya data non-farm payroll AS minggu depan.