in Berita Pasar by heri
Analisa-Fundamental Panduan Fundamental 18 Februari
Pada perdagangan hari ini, kondisi harga nampak masih mengarah kepada melemahnya dollar terhadap mata uang dunia sebagai bentuk aksi ambil untung setelah indeks dollar sesuai harapan hasil dari Fed minutes semalam.

Fed minutes menjelaskan bahwa kondisi inflasi masih jadi perhatian penting sebagian besar anggota rapat Fed meeting Januari lalu, dimana kondisi suku bunga bisa naik apabila trend inflasinya menuju level target the Fed sebesar 2%.

Nampak pasar dari pasar uang, emas dan minyak masih bergerak tipis hari ini sambil menanti data inflasi AS di akhir perdagangan minggu ini. Sedangkan bursa saham sedang menikmati laporan laporan keuangan dari emiten khususnya di bursa saham AS sehingga bisa mempengaruhi kinerja bursa di Asia tentunya. Minyak sendiri sedang menikmati kenaikan sesaatnya pasca Iran sudah merasa sehati dengan sesame anggota utama OPEC lainnya untuk menahan diri tak menambah keluaran produksinya.

Hari ini focus terhadap data data ekonomi dari zona euro yaitu ECB minutes dengan melihat paparan hasil meeting moneter ECB dimana tinjauan NIRP atau negative interest rate policy yang diterapkan bank sentral pimpinan Mario Draghi apakah dapat membangkitkan gairah ekonomi zona euro.

Seperti kita ketahui bahwa penggunaan NIRP yang bertujuan juga melelehkan mata uangnya, dimana menurut para analis Financeroll sampai saat ini belum pernah dan terbuktikan keberhasilan untuk membangkitkan gairah ekonomi dari negara pengguna asas NIRP ini sehingga investor euro tentu kali ini akan melihat tinjauan tinjauan dan rencana ECB yang semoga terlihat pada paparan ECB nanti sore.

Dari AS ada data mingguan klaim pengangguran yang mempunyai trend membaik alias menurun angka pengajuan tak bekerjanya sehingga ada upaya dollar untuk menguat sesaat tentunya. Dus ada harapan bagi emas mendekati level 1196 untuk melanjutkan koreksi lebih dalam ataukah kembali test break 1214 untuk lanjut rebound ke 1236.

Paling tidak harga emas bisa pullback bila kondisi harga minyak dan bursa saham memburuk, sehingga potensi safe haven komoditi bangkit lagi. Sebuah asa sejenak jelang data inflasi AS tentunya.