Dolar New Zealand jatuh terhadap Greenback di hari Selasa (10/05) pagi ini setelah Menteri Keuangan New Zealand, Bill English, mensinyalkan bahwa Bank Sentral New Zealand (RBNZ) mungkin akan mengambil kebijakan untuk mengetatkan pembatasan Loan-to-Value Ratio (LVR) saat bank sentral tersebut menyampaikan review stabilitas finansial tengah-tahunannya Rabu besok.

RBNZ Punya Kesempatan Besar Ketatkan Pembatasan LVR
English mengatakan pada para wartawan, yang dikutip oleh WBPonline, bahwa pengetatan LVR itu mungkin saja dilakukan demi menyeimbangkan kembali pasar perumahan New Zealand. Oleh karena itu, pasar pun berasumsi bahwa kemungkinan itu akan memuluskan jalan untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh RBNZ dengan tujuan menghindari inflasi tertekan lebih rendah.

Ketika ditanya apakah pengetatan LVR itu akan benar-benar dilakukan oleh RBNZ pada Rabu besok, English menjawab bahwa hal itu adalah kewenangan penuh bank sentral, terserah pada RBNZ kapan akan dilaksanakan.

“Bank (sentral) telah memberikan sinyal yang cukup jelas bahwa mereka menanggapi isu (pengetatan) ini secara serius, lagipula, mereka juga memiliki banyak perangkat yang bisa digunakan kapan saja mereka inginkan.” kata English kepada para wartawan sebelum menghadiri kaukus Partai Nasional di Gedung Parlemen Wellington hari ini.

sf_093830_TM1462847900_bill_english NZD/USD Tertunduk Menanggapi Komentar Menkeu New Zealand