Para pembuat kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ) sepakat dalam pertemuannya di bulan Maret lalu, bahwa perekonomian Jepang sedang dalam proses pemulihan meski muncul peringatan akan pelemahan tajam yang terjadi dalam sentimen konsumen serta ekspektasi perlambatan yang terjadi dalam inflasi konsumen, demikian yang tertulis di notulen rapat BoJ yang dirilis hari Senin (09/05) pagi ini.

BoJ Tak Yakin Efektivitas Suku Bunga Negatif
Penilaian yang menyedihkan ini menunjukkan kurangnya keyakinan dalam tubuh bank sentral tentang seberapa banyak kebijakan suku bunga negatif yang diterapkan pada Januari lalu, dapat membantu ekonomi Jepang untuk keluar dari stagnasi dan mengakselerasi inflasi menuju target 2 persen.

“Beberapa anggota mencatat bahwa perhatian seharusnya lebih dicurahkan pada fakta bahwa indikator-indikator sentimen konsumen telah menunjukkan sedikit penurunan sehubungan dengan turbulensi dalam pasar global,” tulis notulen rapat pada tanggal 14-15 Maret.

Dewan BoJ setuju bahwa tren inflasi yang ada mengalami peningkatan. Namun, sebagian anggota memperingatkan bahwa BoJ perlu juga mengukur inflasi konsumen, yang mulai menanggalkan dampak dari kenaikan harga makanan segar dan biaya bahan bakar, sehingga mulai melemah dari harga pada saat awal musim semi lalu, catat risalah rapat tersebut.

Pada pertemuan di bulan Maret lalu, BoJ memang mempertahankan kebijakan moneternya namun memberikan pandangan yang lebih suram terhadap ekonomi Jepang. Sebagian dari 9 anggota Dewan BoJ pun memperingatkan dampak buruk dari suku bunga negatif, dimana kebijakan itu dirasa mempersulit BoJ untuk memahami dan memacu semangat badan-badan finansial.

Para anggota juga menambahkan bahwa masih ada sejumlah risiko penurunan yang paling mencolok terjadi pada eksportir komoditas dikarenakan oleh lemahnya harga, dan perlambatan pertumbuhan di China. Ekspor Jepang menurun meski permintaan domestik masih cukup mendukung kelanjutan tren naik.

sf_094814_TM1462762056_yen_jepang Notulen Rapat BoJ 14-15 Maret Dirilis, USD/JPY Naik Tipis