in Fundamental by yeremia
Rabu, 17 Pebruari 2016:
Jam 06:50 WIB: data Core Machinery Orders Jepang bulan Desember 2015 (Berdampak medium pada JPY)
Indikator ini mengukur persentasi perubahan total pembelian mesin-mesin baru oleh perusahaan swasta di Jepang dalam kurun waktu sebulan. Core (inti) tidak termasuk barang-barang utility dan perkapalan. Ini adalah indikator awal bagi output produksi sektor manufaktur, karena dengan membeli mesin baru maka aktivitas manufaktur diperkirakan akan meningkat.

Bulan Nopember 2015 lalu Core Machinery Orders turun 14.4% (atau -14.4%) dibandingkan Oktober, lebih rendah dari perkiraan yang akan turun 7.3% dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak bulan Mei 2014. Untuk bulan Desember 2015 Core Machinery Orders Jepang diperkirakan akan kembali naik 4.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan JPY.

Jam 07:30 WIB: pidato anggota FOMC Eric Rosengren (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of Boston yang juga anggota FOMC Eric Rosengren dijadwalkan berbicara di Colby College, di Maine.

Jam 16:30 WIB: indeks upah rata-rata di Inggris bulan Desember 2015 (3m/y) (Berdampak tinggi pada GBP)
Data yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) setiap bulan ini mengukur perubahan tingkat upah rata-rata di Inggris termasuk bonus, dari sektor swasta dan pemerintahan. Tampilan data berupa perubahan rata-rata upah dalam 3 bulan terakhir dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Upah selalu dikaitkan dengan besaran inflasi guna memperkirakan tingkat biaya hidup. Tingkat upah merupakan salah satu data yang ikut dipertimbangkan Bank of England (BoE) dalam menentukan suku bunga.

Bulan Nopember 2015 lalu upah rata-rata naik 2.0%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 2.1% dan merupakan persentase kenaikan terendah sejak bulan Pebruari 2015. Untuk bulan Desember 2015 diperkirakan rata-rata upah akan kembali naik 1.9%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:30 WIB: data Jobless Claims di Inggris bulan Januari 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Jobless Claims Change atau Claimant Count Change mengukur perubahan jumlah klaim pengangguran guna memperoleh kompensasi dari pemerintah, sedang Claimant Count Rate menyatakan persentasi perubahan data yang sama dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah klaim yang tinggi menunjukkan meningkatnya jumlah pengangguran yang akan berpengaruh pada pengeluaran konsumen. Jumlah klaim tunjangan pengangguran Inggris dirilis sebulan lebih cepat dari data tingkat pengangguran.

Bulan Desember 2015 lalu klaim tunjangan pengangguran di Inggris berkurang 4,300, lebih rendah dari perkiraan yang akan bertambah 4,100 klaim dan adalah penurunan jumlah klaim tertinggi sejak bulan Juli 2015. Untuk bulan Januari 2016 diperkirakan klaim tunjangan pengangguran di Inggris akan kembali berkurang 2,900. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan (atau penurunan yang lebih banyak) akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 16:30 WIB: data tingkat pengangguran di Inggris bulan Desember 2015 (Berdampak medium pada GBP)
Indikator ini disebut juga dengan ILO Unemployment Rate, mengukur jumlah tenaga kerja usia produktif yang sedang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Disamping pertumbuhan dan tingkat inflasi tahunan, bank sentral (BoE) juga memperhatikan data tingkat pengangguran sebagai acuan dalam mengambil kebijakan, terutama perubahan tingkat suku bunga.

Sejak Januari 2014 tingkat pengangguran di Inggris terus menyusut. Bulan Nopember 2015 lalu tingkat pengangguran kembali turun dan berada pada angka 5.1%, lebih rendah dari perkiraan 5.2% dan yang terendah sejak bulan Oktober 2005. Untuk bulan Desember 2015 diperkirakan tingkat pengangguran akan kembali turun ke angka 5.0%. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 20:30 WIB: data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Januari 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Jumlah ijin pembangunan rumah (Building Permits) adalah indikator awal bagi aktivitas pekerjaan konstruksi dan Housing Start adalah indikator awal bagi pasar perumahan baru di AS. Kontraktor perumahan harus memperoleh ijin terlebih dahulu sebelum mulai membangun. Meningkatnya Building Permits menunjukkan naiknya investasi dan optimisme pelaku bisnis perumahan. Indikator ini sering digunakan untuk memprediksi penjualan perumahan (New Home Sales) yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Bulan Desember 2015 lalu jumlah ijin pembangunan rumah di AS mencapai 1.204 juta (revisi dari data sebelumnya yang 1.230 juta), sedikit lebih tinggi dari perkiraan 1.200 juta tetapi lebih rendah dari bulan Nopember yang 1.282 juta, sementara Housing Starts bulan Desember mencapai 1.149 juta unit, lebih rendah dari perkiraan 1.190 juta dan dan juga lebih rendah dari bulan Nopember yang 1.179 juta akibat turunnya jumlah pembangunan rumah di bagian tengah (-12.4%), bagian barat (-7.6%) dan bagian selatan (-3.3%).

Untuk bulan Januari 2016 diperkirakan Building Permits akan berada pada angka 1.210 juta sementara Housing Starts akan naik ke 1.160 juta unit. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 20:30 WIB: data Producer Price Index (PPI) AS bulan Januari 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indikator yang juga disebut Finished Goods PPI atau Wholesale Prices ini mengukur persentasi perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang akan mempengaruhi inflasi ditingkat konsumen, karena kenaikan atau penurunan harga dari produsen akan dibebankan ke konsumen. Kriteria PPI mencakup juga jasa konstruksi, belanja pemerintah dan ekspor. Ada 2 data yang dirilis yaitu PPI inti (Core PPI) dan PPI total, masing-masing untuk m/m (month over month) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan y/y (year over year) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. PPI inti tidak termasuk harga makanan dan energi. Di AS yang lebih berdampak adalah PPI total m/m.

PPI total AS bulan Desember 2015 lalu turun 0.2% (atau -0.2%) dibandingkan Nopember, sesuai dengan perkiraan dan lebih rendah dari bulan Nopember yang naik 0.3%, sementara untuk basis tahunan (y/y) PPI total bulan Desember 2015 turun 1.0% (atau -1.0%), lebih baik dari bulan Nopember yang juga turun 1.1%. Untuk PPI inti bulan Desember 2015 naik 0.1%, sesuai dengan perkiraan tetapi lebih rendah dari bulan Nopember yang naik 0.3%. Untuk bulan Januari 2016 diperkirakan PPI total m/m akan kembali turun 0.2% (atau -0.2%) dan y/y akan turun 0.6% (atau -0.6%), sementara PPI inti m/m akan kembali naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:15 WIB: data Industrial Production AS bulan Januari 2016 (Berdampak medium pada USD)
Data ini dirilis oleh The Fed dan juga disebut dengan Factory Output. Industrial Production mengukur perubahan volume output yang dihasilkan oleh sektor manufaktur, pertambangan dan industri lainnya. Naik turunnya output produksi sangat bergantung pada siklus ekonomi, perubahan jumlah tenaga kerja dan pendapatan konsumen. Rilis data berupa persentasi perubahan month over month atau m/m (dibandingkan dengan bulan sebelumnya), dan year over year atau y/y (dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya). Yang berdampak adalah m/m.

Output industri AS bulan Desember 2015 lalu mengalami kontraksi atau turun 0.4% (atau -0.4%), lebih rendah dari perkiraan yang akan turun 0.2% tetapi lebih baik dari bulan Nopember yang turun 0.9% (revisi dari data sebelumnya yang turun 0.6%). Sementara untuk basis tahunan (y/y) output industri AS juga mengalami kontraksi 1.8% (atau -1.8%), terendah sejak bulan Desember 2009. Untuk bulan Januari 2016 diperkirakan output industri AS m/m akan kembali naik 0.3% dan y/y akan turun 0.6% (atau -0.6%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Kamis, 18 Pebruari 2016:
Jam 02:00 WIB: notulen meeting FOMC tanggal 27-28 Januari 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Biasanya dirilis 8 kali per tahun, atau sekitar 3 minggu setelah pengumuman suku bunga The Fed. Data ini mengungkapkan hasil akhir voting para anggota FOMC yang dilakukan pada saat meeting. Perbedaan hasil voting yang menyolok akan berdampak pada pergerakan USD. Jika hasil meeting cenderung hawkish maka USD akan menguat, dan sebaliknya jika cenderung dovish maka USD akan melemah.

Pada meeting tanggal 27-28 Januari 2016 lalu, secara aklamasi anggota FOMC setuju untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 0.25% – 0.50% yang berlaku sejak 17 Desember 2015. Statement yang dirilis seusai meeting dianggap dovish namun tidak menutup kemungkinan untuk kenaikan suku bunga pada meeting berikutnya, untuk itu FOMC akan mencermati perkembangan perekonomian global dan pengaruhnya pada tingkat inflasi dan tenaga kerja di AS.